Sleman – Salah satu topik yang menarik pada pertemuan Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas Sleman di Graha Mangesti Hanggo, Gamping, Sleman, Rabu (1/10/2025) yaitu paparan dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, Budi Santosa mengenai pentingnya perbaikan sistem pengadaan barang dan jasa, khususnya terkait penyediaan layanan wifi bagi masyarakat padukuhan.
Dalam paparannya, Budi Santosa menekankan bahwa wifi kini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar masyarakat. Mulai dari pelajar, pelaku UMKM, hingga perangkat kalurahan, memerlukan akses internet cepat dan stabil. Karena itu, proses pengadaan barang dan jasa untuk jaringan wifi harus dilakukan dengan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Menurutnya, masih banyak kendala yang dihadapi padukuhan dalam penyediaan wifi. Dengan perbaikan tata kelola pengadaan. Ia berharap wifi bisa dihadirkan dengan kualitas baik namun tetap efisien dalam penggunaan anggaran.
“Konektivitas digital adalah jalan bagi desa untuk lebih maju. Karena itu, proses pengadaannya tidak boleh main-main,” ujarnya.
Para dukuh yang hadir dalam pertemuan tersebut menyambut baik gagasan tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa akses wifi sangat membantu aktivitas warga, terutama dalam bidang pendidikan dan usaha mikro. Namun, tanpa pengelolaan pengadaan yang baik, sering kali terjadi ketidaksesuaian antara kebutuhan masyarakat dengan layanan yang diperoleh.
Selain soal efisiensi anggaran, Budi Santosa juga menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan. Penyediaan wifi padukuhan harus dipikirkan dalam jangka panjang, tidak hanya sebatas memasang perangkat awal, namun juga memastikan perawatan, pembaruan, dan keberlangsungan layanan. Hal ini bisa dicapai jika pengadaan barang dan jasa dilakukan dengan perencanaan matang serta melibatkan pihak-pihak yang kompeten.
Pertemuan Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas ini menjadi forum penting untuk menyatukan pemahaman tentang urgensi pengelolaan pengadaan yang lebih baik. Dukuh sebagai ujung tombak pemerintahan kalurahan diharapkan dapat memahami mekanisme regulasi dan ikut serta mengawal pelaksanaannya agar tidak terjadi penyimpangan.
Di era digital saat ini, padukuhan di Sleman juga didorong untuk memanfaatkan wifi sebagai pintu masuk menuju transformasi digital. Mulai dari layanan administrasi desa berbasis online, promosi potensi lokal lewat media digital, hingga mendukung kegiatan sosial budaya.
“Wifi bukan hanya urusan teknis, tetapi juga sarana untuk membangun masyarakat desa yang cerdas dan produktif,” tambahnya.
Dengan langkah perbaikan pengadaan barang dan jasa terkait wifi, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kesenjangan digital antarwilayah bisa diperkecil. Akses internet yang merata akan membawa dampak luas bagi peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi kreatif, hingga keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.
Pada akhirnya, inisiatif perbaikan tata kelola pengadaan wifi ini bukan hanya soal penghematan anggaran, melainkan tentang menghadirkan keadilan akses digital bagi seluruh warga.
Pertemuan di Graha Mangesti Hanggo menjadi momentum bagi para dukuh dan pemerintah daerah untuk berkolaborasi menciptakan padukuhan yang semakin terkoneksi, mandiri, dan berdaya saing di tengah era digital. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)


