Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Masa Depan Cerah

Sleman – Salah satu kunci hidup sehat adalah mengatur pola makan, berupa makanan sehat agar terhindar penyakit. Tidak kalah penting, makanan harus bersih dan higienis, termasuk pola pikir sehat untuk membentuk kesehatan jiwa raga.  Hal ini disampaikan dokter Fahad di depan 194 siswa MAN 4 Sleman.

“Sehat jiwa raga penting selama menuntut ilmu materi pembelajaran dapat diserap. Sehat jiwa raga untuk masa depan cerah,” katanya pada, Jum’at (3/9/2025) di aula Masjid An-Najah.

Remaja harus membiasakan diri untuk hidup sehat agar terhindar dari penyakit menular maupun tidak menular. Hal ini sebagai upaya mewujudkan generasi sehat, kuat dan produktif. 

“Kebiasaan penting harus kita lakukan, yakni menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan kamar dan rumah, menggunakan jamban sehat, dan tidak merokok,” tegas dokter Fahad.

Ia berpesan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Peserta didik di sekolah harus melakukan beberapa pembiasaan sehat, di antaranya membuang sampah pada tempatnya. Kemudian menggunakan jamban sekolah dengan benar, menjaga kebersihan kelas, membawa bekal sehat dan air minum sendiri, dan olahraga atau aktivitas fisik di sekolah.

Pada kesempatan itu, Fahad juga menceritakan perjalanan hidupnya menjadi seorang dokter. Ia mengatakan semua murid memiliki kesempatan menjadi dokter. Untuk menjadi dokter, harus memiliki academic excellence atau keunggulan akademik, kemampuan berpikir kritis (critical thinking), dan mampu memecahkan masalah (problem solving).

“Selain itu juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi, sabar dan empati. Tak kalah pentingnya, seorang dokter juga harus mampu bekerja dalam satu tim (team work) agar pekerjaan melayani pasien dapat berjalan dengan baik dan lancar, memuaskan,” ujarnya.

“Kalau diistilahkan, menjadi dokter bukanlah lari sprint tapi lari marathon, kerja terus menerus, berkelanjutan dalam pelayanan. Becoming a doctor is not sprint, it is marathon. chose it because you love to help. Maka pilih profesi dokter karena anda suka membantu,” sambung Fahad.

Para murid antusias mengikuti acara, apalagi saat sesi tanya jawab. Beberapa siswa menanyakan bagaimana bisa mendapatkan beasiswa. Fahad juga menegaskan pentingnya para murid untuk selalu mencari informasi beasiswa dari pemerintah maupun swasta.  (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)

image_pdfimage_print
Bagikan: