MUI Seyegan Gandeng Instansi Daerah, Bahas Solusi Masalah Umat di Rakor Bulanan

Sleman – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Kapanewon Seyegan, Sleman, menggelar rapat koordinasi (rakor) istimewa dengan menggandeng berbagai instansi pemerintah, Jumat (3/10). Rakor ini dihadiri oleh perwakilan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dan kamituwo dari lima kelurahan di Seyegan untuk membahas berbagai permasalahan umat.

Ketua MUI Kapanewon Seyegan, Djumroni menjelaskan bahwa pelibatan instansi daerah ini bertujuan untuk membangun sinergi yang kuat.

“MUI mempunyai peran yang signifikan menyangkut persoalan umat. Kolaborasi dengan instansi pemerintah sangat diperlukan untuk membangun jejaring serta menghasilkan sinergi yang kuat,” ujarnya.

Djumroni juga melaporkan beberapa program yang telah dijalankan, termasuk kegiatan Pengajian 1 Muharram dan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk membahas pendidikan karakter. “Respons sekolah sangat positif, bahkan banyak sekolah menginginkan kunjungan tersebut tidak hanya sekali,” tambahnya.

Dalam rakor tersebut, Panewu Seyegan, Agung Indarta menyoroti beberapa isu krusial. Ia mengajak MUI dan instansi terkait untuk mencari solusi atas penolakan imunisasi oleh sebagian masyarakat. Agung juga mengingatkan tentang maraknya judi daring (online) di kalangan generasi muda dan meminta perhatian serius untuk menanganinya.

“Musim hujan yang sebentar lagi datang juga menjadi perhatian yang serius untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan gerakan 3M, sekaligus untuk mencegah timbulnya penyakit DB,” jelas Agung.

Kerja sama dengan instansi lain juga menjadi fokus dalam rakor ini. “Polsek siap untuk bekerja sama dengan MUI dalam melaksanakan penyuluhan Narkoba, Miras, atau materi lain yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Seyegan, dr. Reny Anjar Asmarani, mengapresiasi bantuan MUI dalam mengedukasi orang tua siswa terkait program imunisasi.

“Kegiatan Bina Keluarga yang dilaksanakan secara holistik di Kalurahan Margoluwih bisa dijadikan contoh pentingnya kolaborasi banyak pihak untuk menyelesaikan masalah,” katanya.

Korwil Pendidikan Wilayah Seyegan, Kunto Wijayandani mengusulkan agar MUI lebih aktif masuk ke sekolah melalui program dakwah dan pembinaan mental bagi guru serta orang tua siswa.

“Diperlukan juga pembinaan mental bagi pendidik/guru dan orang tua siswa per semester untuk mencegah maraknya kasus perceraian dan perselingkuhan,” tuturnya.

Sebagai penutup, Kepala KUA Seyegan, Edi Hermanta menyampaikan bahwa KUA siap membantu memberikan penyuluhan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Sebagai usulan, setiap kali pertemuan MUI, sampaikan juga materi fikih sebagai dasar dalam beribadah,” pungkasnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: