Sleman – Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menggelar sarasehan induk kelompok masyarakat kebudayaan di SD Negeri Sompokan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, pada Sabtu (4/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung SD tersebut yang diproyeksikan menjadi Sekolah Budaya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri Sompokan, Anggri Laisaroh, menyambut baik sarasehan ini.
“Menjadi sekolah budaya adalah kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan kearifan lokal. Kami akan fokus melestarikan warisan budaya tak benda seperti permainan rakyat dan olahraga tradisional,” ujar Anggri.
Ia menambahkan, Sekolah Budaya sangat penting dalam membentuk jati diri dan kecintaan siswa terhadap budaya bangsa. Anggri berharap ada tindak lanjut berupa pembinaan dan pendampingan setelah sarasehan selesai.
Kepala Seksi Warisan Budaya Tak Benda Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Andre Veriangga, menjelaskan bahwa sarasehan ini menjadi media strategis untuk membahas isu pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai lokal.
“Sarasehan ini juga mengundang Karang Taruna untuk meningkatkan kesadaran generasi muda dan melibatkan mereka dalam pelestarian budaya sejak dini,” kata Andre.
Andre menambahkan, sarasehan tersebut akan menyasar 75 titik, yang telah dimulai sejak September 2025. “Tujuan utama kami adalah membangun sinergi antar kelompok budaya,” ungkapnya.
Andre juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan kebudayaan ini didanai oleh Dana Keistimewaan (Danais). Ia mempersilakan masyarakat untuk mengakses penganggaran kegiatan budaya melalui Dinas Kebudayaan.
Sebelum sarasehan dimulai, Andre sempat berkeliling dan menilai SD Sompokan memiliki potensi besar untuk menjadi Sekolah Budaya.
“Halamannya luas, jumlah murid banyak, punya panggung kesenian, dan seperangkat gamelan,” tuturnya.
Di akhir paparannya, Andre berharap sarasehan ini dapat merumuskan strategi pelestarian budaya dan menghasilkan program-program nyata.
“Pemerintah, lembaga kebudayaan, dan masyarakat perlu mendukung hasil sarasehan agar berlanjut dalam aksi nyata,” tutupnya.
Sebagai penutup, Andre menyerahkan dua buku, yaitu “Wayang Siswa” dan “Wayang Video”, kepada Plt. Kepala Sekolah SD Sompokan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


