Sarasehan Budaya di Sleman Tekankan Peran KPOTI Lestarikan Permainan Rakyat

Sleman – Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak kebangkitan budaya permainan rakyat. Penegasan ini disampaikan dalam sarasehan kebudayaan yang digelar di SD Negeri Sompokan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, pada Sabtu (4/10/2025).

Ketua KPOTI Kabupaten Sleman, Syukron Arief Muttaqin, menyampaikan bahwa permainan tradisional kini makin jarang dimainkan oleh anak-anak.

“Permainan dan olahraga tradisional bisa lestari karena kebiasaan dan situasi lingkungan yang mendukung. Sedangkan zaman sekarang dua hal tersebut tidak ada,” ujarnya.

Menurut Syukron, permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, egrang, dan bakiak dulunya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga media pendidikan karakter, kebersamaan, dan sportivitas. Namun, dengan maraknya olahraga modern yang cenderung individualistis, nilai-nilai sosial tersebut mulai luntur.

Oleh karena itu, KPOTI hadir sebagai bagian dari gerakan nasional untuk merevitalisasi budaya lokal dan memperkuat jati diri bangsa. Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan), turut memfasilitasi acara ini sebagai bagian dari 75 kegiatan serupa yang didanai oleh Dana Keistimewaan DIY.

Kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh masyarakat, termasuk Kawat Sosial Kapanewon Seyegan, lima lurah di wilayah Seyegan, serta perwakilan dari MWCNU, Fatayat, Ansor, Banser, dan Karang Taruna.

Dalam sarasehan tersebut, Syukron menegaskan bahwa KPOTI akan terus mendorong penguatan kelembagaan dan kebijakan yang mendukung pelestarian permainan tradisional.

“Untuk mengaktualisasikan kehadiran dari KPOTI itu, pemerintah sedang berupaya untuk melakukan penguatan kelembagaan dan menentukan kebijakan yang mendukung,” tambah Syukron. Salah satu langkah konkret adalah menjadikan SD Negeri Sompokan sebagai sekolah budaya, dengan tujuan membangkitkan kembali minat anak-anak terhadap permainan tradisional.

“KPOTI akan mendukung sepenuhnya infrastruktur dari permainan dan olah raga tradisional,” pungkasnya, sembari menambahkan bahwa kelembagaan dan sumber daya manusia juga perlu dirawat serta diperkuat.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Syukron juga menyerahkan beberapa buku tentang permainan dan olahraga tradisional kepada perwakilan SD Negeri Sompokan dan Dinas Kebudayaan Sleman. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: