Gerakan Ayah Sayang Anak, Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) menggelar talkshow bertema “Gerakan Ayah Sayang Anak (GASA)” di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, pada Selasa (7/10). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran keluarga dalam pembangunan sumber daya manusia.

Acara tersebut dihadiri 40 peserta dari unsur kepala dukuh, anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), perwakilan PKK, dan Karang Taruna. Hadir sebagai narasumber, Happy Briliant Srikandi dari DPRD Kabupaten Sleman, Diah Niken Andarwati dari Dinas P3AP2KB, dan Theresia Okti Herawati dari TPPKK Kabupaten Sleman.

Dalam sambutannya, Ketua PKK Kalurahan Sardonoharjo, Eisa Rastra Dewi, menyoroti fenomena fatherless atau hilangnya peran ayah dalam keluarga. Ia menjelaskan, Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia untuk fenomena ini, di mana banyak anak merasa yatim secara emosional meski memiliki ayah secara biologis.

“Ketidakhadiran ayah dapat menindas peran ibu dan melemahkan keluarga,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mengisi ‘tangki cinta’ dalam keluarga agar anak tidak mencari kasih sayang di luar rumah.

Happy Briliant Srikandi menjelaskan tiga komponen utama peran ayah, yaitu interaksi, aksesibilitas, dan tanggung jawab. Ia menambahkan, DPRD Sleman mendukung kebijakan pro-ayah, edukasi masyarakat, layanan pendukung, serta kolaborasi antarlembaga untuk memperkuat ketahanan keluarga.

Diah Niken Andarwati menambahkan bahwa kegiatan GASA merupakan respons terhadap data kasus perceraian, kejahatan jalanan, dan fenomena childfree yang meningkat di Sleman.

“Setelah ditelusuri, akar masalahnya adalah lemahnya peran ayah dalam keluarga. Oleh karena itu, kami berupaya mencegah fenomena fatherless,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan anak yang tumbuh tanpa figur ayah berisiko mengalami masalah akademik, kesehatan, emosi, hingga krisis identitas.

Senada dengan itu, Theresia Okti Herawati menekankan pentingnya pengasuhan positif. Menurutnya, orang tua harus memahami impian anak, menerima mereka apa adanya, dan selalu hadir dalam setiap tahap perkembangan.

“Dukungan dan keterlibatan orang tua menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

Melalui Gerakan Ayah Sayang Anak, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap dapat menumbuhkan kesadaran bahwa pengasuhan adalah tanggung jawab bersama ayah dan ibu demi mewujudkan keluarga yang harmonis dan berdaya. (Andy Ahmad/KIM DSN)

image_pdfimage_print
Bagikan: