Launching Mosa dan Meca untuk GSSMu Ngaglik

Sleman – Gerakan Shadaqah Sampah (GSS) Muhammadiyah Ngaglik meluncurkan Mosa (Motor Sampah), Meca (Mesin Pencacah), dan drop box sampah, pada Minggu (12/10/2025) di halaman Masjid Ahmad Dahlan.

Ketiga sarana itu menjadi simbol semangat baru dalam hal pengelolaan sampah yang lebih teratur dan bernilai. Mosa (Motor Sampah) merupakan hibah program aspirasi dari Ir. H Abdul Kadir MH, yang merupakan anggota DPRD Sleman sekaligus tokoh senior Muhammadiyah Ngaglik.

Sementara Meca (Mesin Pencacah) dan drop box sampah merupakan hibah dari Paste Lab, perusahaan daur ulang yang telah berdiri sejak 2021 yang aktif mendorong ekonomi sirkular bagi masyarakat sekitar.

 Creative Associate Manager Paste Lab, Nurul Asfiani menyampaikan alasan pihaknya memberikan hibah mesin pencacah dan drop box kepada GSS Muhammadiyah Ngaglik.  

“Program yang dijalankan GSS selaras dengan nilai dan visi kami di Paste Lab. Kami dengan hibah mesin pencacah ini, dapat meningkatkan nilai jual sampah, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Paste Lab menjadi salah satu pihak yang aktif mendampingi komunitas pengelola sampah bagi masyarakat. Untuk itu, Paste Lab melihat GSS Muhammadiyah Ngaglik sebagai salah satu mitra yang konsisten menjalankan gerakan peduli lingkungan dengan pendekatan berbasih jamaah.  

Sementara Ketua GSS Muhammadiyah Ngaglik, Hidayatul Mabrur menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan kedua pihak tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberadaan mesin pencacah akan meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan jamaah.

“Jika sebelumnya sampah dijual begitu saja hanya sekitar dua ribu rupiah per kilogram, setelah dicacah bisa mencapai delapan ribu sampai sepuluh ribu. Artinya, hasil yang kembali (return) ke jamaah juga meningkat,” jelas Mabrur.

Ia menambahkan bahwa gerakan kecil ini berangkat dari semangat dakwah lingkungan, yang bercita-cita untuk membangun kesadaran kolektif di lingkungan masyarakat atau jamaah. Selain itu, menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari amal solih yang bernilai ibadah.

 Sementara itu, Ketua PCM Ngaglik, Prof. Sukamto, dalam sambutannya mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi.

“Atas nama PCM Ngaglik dan seluruh warga Muhammadiyah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kadir dan Paste Lab. Hibah ini menjadi langkah penting untuk memperkuat gerakan lingkungan yang sudah dimulai oleh GSS,” ujarnya.

Acara kemudian ditandai dengan pemotongan pita oleh para perwakilan, disambut tepuk tangan hangat dari jamaah yang hadir. Motor Viar tiga roda yang telah dihias sederhana itu kemudian dikendarai mengelilingi halaman masjid, menandai dimulainya babak baru pengelolaan sampah berbasis jamaah di wilayah Ngaglik. (Arief Hartanto / KIM Kertomandiri)

image_pdfimage_print
Bagikan: