Dinkes Sleman Perketat Pengawasan Keamanan Pangan Program Makan Bergizi

Sleman – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman meningkatkan pengawasan dan pendampingan keamanan pangan pada program makan bergizi gratis (MBG) untuk mengantisipasi kejadian keracunan. Langkah ini diambil menyusul adanya sejumlah kasus keracunan pangan di beberapa wilayah Sleman sepanjang tahun 2025 yang diduga terkait program tersebut.

Ketua Tim Kerja Farmasi dan Kesehatan Makanan Minuman Dinkes Sleman, Gunanto, menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan aspek krusial dalam program MBG. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga ke hilir, atau menerapkan prinsip from farm to table.

“Pengawasan ketat ini bertujuan agar pangan yang disajikan aman dan terhindar dari bahaya fisik, kimia, maupun biologis,” ujar Gunanto saat sosialisasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sasana Anglocita Tama, Sabtu (18/10/2025).

Berdasarkan data Dinkes Sleman, hingga Agustus 2025 tercatat tujuh kasus keracunan pangan yang diduga berhubungan dengan program MBG. Insiden terbesar terjadi di Mlati pada 13 Agustus dengan 210 korban, disusul Gamping (189 orang), Sleman (96 orang), Berbah (dua kejadian, 48 dan 137 orang), serta Kalasan dan Cangkringan dengan puluhan kasus. Makanan yang diduga terkontaminasi beragam, seperti nasi rawon, capcay, orak-arik, ayam, hingga telur dan abon.

Hasil investigasi laboratorium menunjukkan adanya agen biologis penyebab keracunan, di antaranya escherichia coli (O157:H7), salmonella, bacillus cereus, staphylococcus, dan clostridium. Faktor pendukung lain seperti tempat transit yang tidak higienis, alat makan kurang bersih, serta penundaan konsumsi melebihi empat jam juga teridentifikasi.

Menanggapi temuan ini, Dinkes Sleman telah mengambil langkah penguatan, termasuk memberikan pelatihan Higiene Sanitasi Pengelolaan Pangan Siap Saji kepada para penjamah pangan di lingkungan SPPG. Pengawasan juga mencakup mutu bahan baku, pengelolaan air bersih, pengolahan, pengemasan, hingga penyajian makanan.

“Keamanan pangan adalah tanggung jawab bersama lintas sektor. Dinas kesehatan, pendidikan, penyedia pangan, hingga sekolah harus bersinergi untuk memastikan makanan yang diberikan aman dan bergizi,” tegas Gunanto.

Ia berharap upaya terpadu ini dapat menekan angka keracunan dan meningkatkan kualitas program MBG di Sleman. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: