Sleman – Dalam upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Kader Jumantik Tanjung II Karangasem Gempol terus menggencarkan kegiatan Jumantik Kaget atau Jegetz. Pada Selasa (21/10/2025), para kader turun langsung ke lapangan melakukan pemeriksaan jentik di wilayah RT 06 dan RT 18 RW 12 Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur.
Kegiatan ini menyasar seluruh warga, termasuk penghuni kos dan rumah kontrakan. Aksi dilakukan secara mendadak agar kondisi lingkungan warga dapat terpantau apa adanya. Setiap rumah diperiksa, mulai dari bak mandi, ember penampung air, pot bunga, hingga wadah bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.
Selain pemeriksaan jentik, para kader juga memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta membagikan bubuk abate secara gratis sebagai langkah pencegahan.
Ketua Jumantik Tanjung II, Anita Septiningsih menjelaskan bahwa kegiatan Jegetz merupakan bentuk komitmen kader dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan bebas jentik.
“Melalui gerakan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Dengan begitu, penyebaran nyamuk Aedes aegypti dapat ditekan dan kasus DBD bisa diminimalkan,” ujarnya.
Dukungan positif juga datang dari warga. Salah satu warga RT 06, Sujiyem menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian para kader.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Selain memberikan edukasi kesehatan, juga mempererat hubungan antara kader dan warga,” tuturnya dengan antusias.
Semangat warga terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka turut berpartisipasi membersihkan lingkungan sekitar dan berkomitmen melanjutkan gerakan 3M Plus di rumah masing-masing.
Melalui kegiatan Jegetz (Jumantik Kaget) yang rutin dilaksanakan, Kader Jumantik Tanjung II berharap wilayah Karangasem Padukuhan Gempol dapat menjadi contoh lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari jentik nyamuk penyebab DBD. (Tri Suhartati/KIM Depok)


