Sleman – Sebanyak 17 pasangan calon pengantin (catin) menyerahkan bibit pohon kepada Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Depok, Sleman, sebagai bentuk dukungan terhadap program ekoteologi Kementerian Agama, Rabu (22/10/2025).
Bibit pohon tersebut diterima secara simbolis oleh jajaran pegawai KUA Depok Sleman.
Penyuluh Agama Islam KUA Depok Sleman, Sutanto menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian layanan pencatatan nikah di wilayahnya.
Melalui program ekoteologi, setiap pasangan calon pengantin diajak berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Setiap pasangan diajak menanam pohon sebagai simbol keberlanjutan hidup dan wujud tanggung jawab terhadap alam,” ujar dia.
Menurutnya, penyerahan bibit pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarat makna filosofis.
“Pernikahan adalah awal kehidupan baru. Menanam pohon menjadi simbol tumbuhnya harapan, kebaikan, dan keberkahan. Semoga rumah tangga para catin pun tumbuh kokoh seperti pohon yang mereka tanam,” imbuhnya.
Program ekoteologi yang dijalankan KUA Depok Sleman mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para calon pengantin merasa bangga dapat terlibat dalam gerakan peduli lingkungan.
Bibit pohon yang diserahkan akan ditanam di lokasi yang telah ditentukan agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Lebih lanjut, Sutanto menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inovasi layanan publik berbasis nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
“Islam mengajarkan agar kita menjaga bumi. Dengan menanam pohon, para catin ikut mengamalkan ajaran agama sekaligus menorehkan amal jariyah,” tuturnya.
Ia berharap, melalui program ini, setiap pasangan pengantin tidak hanya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, tetapi juga memberi kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan.
“Nilai ibadah tidak hanya hadir dalam rumah tangga, tetapi juga dalam hubungan manusia dengan alam,” ujar Sutanto yang juga menjabat Sekretaris MUI Depok Sleman.
Sutanto menambahkan, gerakan penyerahan bibit pohon oleh catin menjadi bukti nyata bahwa semangat ekoteologi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari KUA Depok Sleman, kita ingin memulai langkah kecil yang memberi dampak besar bagi bumi dan generasi mendatang,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)


