KCP Berbah Sosialisasikan layanan Unggulan Jelang HUT ke-64 BPD DIY

Sleman – Jelang ulang tahun ke-64, Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY Kantor Cabang Pembantu (KCP) Berbah menyosialisasikan layanan unggulan BPD DIY kepada anggota UMKM Kapanewon Berbah. Sosialisasi berlangsung pada Kamis (23/10/2025) di kantor Cabang Pembantu BPD DIY Berbah.

Pimpinan KCP BPD DIY Berbah, Rahadian Adi Wicaksono menyampaikan bahwa menjelang peringatan hari ulang tahun ke-64 BPD DIY yang jatuh pada tanggal 15 Desember 2025, KCP Berbah menyelenggarakan sosialisasi kepada masyarakat terutama anggota UMKM Kapanewon Berbah.  

Adapun tujuan sosialisasi ini mengenalkan program unggulan layanan BPD DIY. Selain itu sosialisasi ini juga merupakan upaya pendekatan kerja sama antara BPD dengan masyarakat.

“Dengan komunikasi yang baik ini akan bisa terwujud kerja sama yang saling menguntungkan dan berkembang bersama sama,” ungkap Adi.

Adapun layanan unggulan dari BPD DIY di antaranya adalah Laku Pandai merupakan layanan tanpa kantor dalam rangka inklusi keuangan.

Layanan Laku Pandai mencakup tarik tunai, setor tunai, transfer antar rekening, transfer antar bank, pembuatan rekening, informasi saldo pembayaran tagihan PBB, Retribusi Pajak Daerah, PDAM, tiketing dan lain-lain. Layanan Laku Pandai diluncurkan pada tahun 2017.

Layanan lainnya berupa Qris BPD DIY atau BPDDIY QUAT merupakan layanan aplikasi yang digunakan untuk mempermudah Merchants Bank BPD DIY dalam mengelola transaksi Qris. BPD QUAT diluncurkan 25 November 2020.

“Layanan berupa berbagai fitur dan kemampuan QR Pay di antara pembayaran langsung dengan cara scan barcode melalui aplikasi mobile banking dan ewallet seperti gopay, Ovo dan lainnya,” jelas Adi.

Pelayanan unggulan terbaru adalah Cash Management System (CMS) dan Aplikasi Pembukaan Rekening digital.

“Dengan aplikasi pembukuan rekening digital tersebut nasabah dapat melakukan pembukaan rekening BPD bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun,” ungkapnya.

Menurut Account Officer KCP Berbah, Sigit Rubito pelayanan pembukaan rekening digital mempermudah pelayanan. Namun perlu beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya KTP dan data harus jelas, memiliki HP yang mendukung aplikasi, kuota pulsa SMS.

“Data yang tidak sesuai akan mempersulit pembukaan rekening digital. Bahkan akan mengalami kegagalan. Bila gagal melakukan pendataan digital harus mendaftarkan secara langsung di kantor BPD,” ujar Sigit.

“Kesalahan tersebut bisa berupa foto wajah yang berbeda. Seperti saat foto KTP tidak memakai jilbab sekarang memakai jilbab akan menyulitkan pindai aplikasi,” sambungnya. (Kusnadi KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: