Pelatihan Food Stall bagi Karang Taruna Kapanewon Moyudan

Sleman – Pelatihan Boga Food Stall bagi Karang Taruna di Kapanewon Moyudan digelar Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Jawatan Sosial Kapanewon Moyudan. pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari, yaitu Selasa (21/10) sampai dengan Kamis (23/10) di Pendapa Kalurahan Sumberarum, Moyudan.

Acara dibuka oleh Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto dalam sambutannya memberikan motivasi bagi generasi muda di Kapanewon Moyudan agar memiliki semangat entrepreneur.

“Usaha food stall seperti es teh yang marak di pinggir jalan, beberapa tahun sebelumnya hampir tidak terpikirkan,” uajrnya.

“Pelatihan boga ini dapat memberikan peluang dan ide baru bagi seluruh peserta untuk membuka wirausaha baru,” sambung Agung. 

Turut hadir dalam pembukaan Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sigit Indarto yang dalam sambutannya memberikan semangat kepada generasi muda agar mengikuti seluruh rangkaian selama tiga hari dengan sungguh-sungguh.

Pada kesempatan itu, Sigit menjelaskan konsep food stall adalah gerai makanan, kios makanan atau gubukan yang merupakan tempat untuk menjual makanan, baik itu sementara maupun permanen.

“Karakteristik food stall adalah sebagai berikut beragam konsep unik. Bisa berupa kios portabel, gerobak, mobil makanan atau stand di dalam sebuah acara. Fokus spesifik pada satu jenis makanan berbeda dengan prasmanan besar. Setiap food stall biasanya menyajikan jenis makanan yang berbeda, seperti soto, sate atau dimsum,” tuturnya.

“Sering ditemui di acara konsep ini populer di acara pernikahan, corporate event atau acara besar lainnya, baik di dalam maupun di luar ruangan. Interaktif, menyediakan pengalaman yang lebih interaktif bagi konsumen karena hidangan sering dimasak atau disajikan langsung di depan mereka,” sambungnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bagi generasi muda agar memiliki modal untuk berkarya khususnya di bidang kuliner. Pasalnya, trend peningkatan wisatawan seyogyanya diiringi dengan peningkatan bisnis kuliner.

Pelatihan tersebut diikuti dengan antusias oleh 20 orang generasi muda di Kapanewon Moyudan. Dengan begitu, pelatihan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha yang menghasilkan, sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri)

image_pdfimage_print
Bagikan: