Kapanewon Depok Jadi Tujuan Studi Tiru Kecamatan Demak

Sleman – Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menerima kunjungan studi tiru dari Pemerintah Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (24/10/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari berbagai inovasi dan praktik terbaik yang telah diterapkan Kapanewon Depok dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Dalam acara yang berlangsung di Gedung Sasana Anglocita Tama, Panewu (Camat) Depok, Djoko Muljanto, menyambut hangat rombongan dari Demak. Dalam sambutannya, Djoko menjelaskan komitmen Kapanewon Depok untuk terus menghadirkan layanan yang inovatif, profesional, dan berorientasi pada masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan ini. Kapanewon Depok berkomitmen memberikan pelayanan terbaik melalui inovasi yang berkelanjutan,” kata Djoko.

Ia memaparkan sejumlah prestasi yang telah diraih Kapanewon Depok, termasuk Peringkat 1 Evaluasi Kinerja Kapanewon Quatrick 2021–2024, Peringkat 1 GISA Award Kabupaten Sleman 2023 dan 2024, serta Peringkat 2 Kategori OPD Bersifat Khusus dengan Kinerja Terbaik Kabupaten Sleman 2025. Selain itu, Kapanewon Depok juga meraih Peringkat 1 OPD Paling Responsif Aduan Tahun 2025 dan Peringkat 1 Keterbukaan Informasi Badan Publik Kategori Kapanewon se-DIY Tahun 2021.

Djoko juga memperkenalkan inovasi layanan terpadu seperti Sipakde, Gede Lampah, Papa Sani, Peduli Dadi, dan Jakadara. Inovasi-inovasi ini diklaim menjadi motor penggerak pelayanan publik di wilayahnya.

“Kami terus berupaya agar inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Djoko menyebut Kapanewon Depok adalah wilayah dengan heterogenitas tinggi, karena menjadi pusat pendidikan dan ekonomi di Sleman. Kondisi ini menuntut pengelolaan sosial yang inklusif dan harmonis untuk menjaga stabilitas dan kerukunan.

“Tantangan utama kami adalah menjaga stabilitas, ketenteraman, dan kerukunan sosial di tengah kemajemukan. Oleh karena itu, kami berkomitmen memajukan kebudayaan dalam semangat kebhinekaan, toleransi, dan keistimewaan Yogyakarta,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Camat Demak, Okky Andrianto, menjelaskan bahwa studi tiru ini berfokus pada penanganan stunting, inovasi pelayanan publik, pengelolaan sampah, kesiapsiagaan bencana, serta tata kelola alokasi dana desa. Kecamatan Demak, yang memiliki 19 desa/kelurahan dengan sekitar 110.000 penduduk, akan mengadaptasi hasil studi ini sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal mereka.

“Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dan penguatan kapasitas aparatur kami agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Okky.

Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan dan memperkuat jejaring kerja sama antarwilayah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan responsif. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: