Sleman – Masjid Baiturrahim, Donokerto, Turi, kembali menggelar Kajian Sabtu Pagi pada 25 Oktober 2025. Dengan menghadirkan Ustadz Drs. H. Sigit Warsito, M.A., kajian kali ini mengangkat tema ajaran pokok Islam, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya keseimbangan dalam beragama, menghindari sikap berlebihan maupun meremehkan.
Dalam paparannya, Ustadz Sigit menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mudah dan menyenangkan.
“Jika seseorang merasa berat menjalankan agama, itu karena ia mengamalkan sesuatu yang tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.
Ia mengisahkan kembali peristiwa saat tiga orang sahabat berniat beribadah secara berlebihan. Satu sahabat berkeinginan salat semalam suntuk, satu lagi berpuasa terus-menerus, dan yang lain berniat tidak menikah.
Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Aku adalah orang yang paling bertakwa kepada Allah, namun aku juga tidur di malam hari, aku berpuasa dan juga berbuka, dan aku menikah.” Kutipan hadis ini, menurut Ustadz Sigit, menegaskan bahwa Islam tidak menghendaki kesulitan, tetapi keseimbangan.
Namun, Ustadz Sigit mengingatkan agar prinsip kemudahan dalam Islam tidak disalahartikan untuk mencari keuntungan pribadi.
“Ada yang menjadikan hujan gerimis sebagai alasan menjama’ salat. Padahal, kemudahan itu ada batasnya dan tidak untuk dimanfaatkan secara berlebihan,” ujarnya.
Menurutnya, dalil ‘Permudahlah dan janganlah mempersulit’ bukan berarti mempermainkan syariat.
“Kalau dihadapkan pada dua pilihan ibadah yang sama-sama bisa dilakukan, jangan selalu memilih yang paling ringan, tapi pilih yang lebih berbobot,” tegasnya.
Mengutip hadis riwayat Tabrani, “Allah ridha dengan kemudahan dan benci pada kesulitan,” Ustadz Sigit menjelaskan bahwa kemudahan harus dilakukan sesuai kemampuan, bukan alasan untuk bermalas-malasan.
“Ketika ada perintah, kerjakan sesuai kemampuanmu. Tapi jika ada larangan, jangan lakukan dengan alasan semampunya. Larangan harus ditinggalkan sepenuhnya,” jelasnya.
Sebagai penutup, ia menegaskan pentingnya memahami ruh ajaran Islam yang seimbang antara ketaatan dan kemudahan.
“Rasulullah bersabda, Allah suka jika rukhsah-nya (keringanan) dikerjakan sebagaimana Allah benci jika maksiat dikerjakan. Maka nikmatilah kemudahan Islam, tapi jangan pernah meremehkannya,” pungkasnya. (Arief Hartanto/KIM Turi)


