Wamen Viva Yoga Ajak Generasi Muda Ikut Program Transmigrasi Lewat Ajang Lari

Sleman – Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, menegaskan transmigrasi kini memasuki era baru dengan paradigma yang lebih partisipatif, produktif, dan selaras dengan pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Transmigrasi Jogja Run 2025 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (25/10/2025).

Ajang lari publik ini digelar sebagai bagian dari upaya Kementerian Transmigrasi untuk memperkenalkan wajah baru transmigrasi, khususnya kepada generasi muda. Diikuti ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di DIY, Viva Yoga tak hanya membuka acara secara resmi, tetapi juga turut berlari bersama peserta di rute 5 kilometer. Ia berhasil menyelesaikan lari dalam 36 menit, menunjukkan komitmennya sebagai pejabat publik yang terjun langsung dalam sosialisasi program.

“Kegiatan ini adalah bagian dari sosialisasi kepada masyarakat bahwa Kementerian Transmigrasi telah melakukan transformasi dengan paradigma baru,” ujarnya.

Menurut Viva Yoga, paradigma baru ini mencakup sejumlah program inovatif seperti Transmigrasi Tuntas, Transmigrasi Karya Nusa, Transmigrasi Lokal, Transmigrasi Patriot, dan Transmigrasi Gotong Royong. Semua program ini dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Ia menjelaskan, transformasi tersebut merupakan amanat dari Presiden untuk menjadikan Kementerian Transmigrasi sebagai institusi yang berperan langsung dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara. “Kami berharap program-program transmigrasi dapat bersinergi dengan kebijakan pemerintah daerah, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Viva Yoga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun kawasan transmigrasi yang berdaya saing. Ia menambahkan, transmigrasi tidak lagi sekadar pemindahan penduduk, melainkan gerakan pembangunan terintegrasi yang melibatkan pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya.

Dalam kesempatan itu, Viva Yoga secara khusus mengajak generasi muda Indonesia untuk berani mengambil peran melalui program Transmigrasi Patriot yang akan dimulai pada 2026. Program ini akan melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3) yang akan ditempatkan di delapan kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

“Kalau mau kabur aja dulu, boleh. Tapi kaburnya di kawasan transmigrasi,” ujarnya berseloroh.

Melalui Transmigrasi Patriot, para mahasiswa tidak hanya akan menimba ilmu, tetapi juga berbagi pengetahuan dan mendampingi masyarakat. “Dengan begitu, kawasan transmigrasi bisa berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” imbuhnya.

Viva Yoga juga menyebut, Transmigrasi Jogja Run 2025 ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan isu transmigrasi kepada publik dengan cara yang menyenangkan dan inspiratif. Pendekatan berbasis partisipasi publik ini diharapkan dapat memperkuat citra transmigrasi sebagai gerakan kemanusiaan dan pembangunan.

“Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, melihat transmigrasi sebagai ruang kontribusi nyata bagi bangsa. Transmigrasi hari ini bukan lagi memindahkan orang, tetapi memindahkan semangat, ilmu, dan peluang ke wilayah-wilayah yang potensial,” tegasnya.

Kegiatan Transmigrasi Jogja Run 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi nasional Kementerian Transmigrasi dalam memperkenalkan paradigma baru yang lebih terbuka dan inovatif.

“Melalui kolaborasi lintas daerah dan keterlibatan publik, transmigrasi diharapkan menjadi instrumen pemerataan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: