Sleman – Kepala Bidang Humas, Pemasaran, dan Medikolegal Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD), Tata Swastika Ayuningtyas, menegaskan bahwa RS UAD kini memasuki babak baru dalam penguatan layanan kesehatan yang modern, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi RS UAD di Gedung Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok, pada Selasa (28/10/2025).
“Ini adalah era baru RS UAD dengan semangat bangkit, berkembang, berkemajuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa RS UAD telah dinyatakan sebagai JKN KRIS (Kriteria Rawat Inap Standar) dengan validasi 100 persen oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan BPJS Kesehatan.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa RS UAD terus memperkuat mutu layanan sesuai standar nasional.
Tata mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir RS UAD mengalami kemajuan signifikan dengan peningkatan jumlah dokter spesialis dari sepuluh menjadi empat puluh orang.
“Ke depan, kami menargetkan hadirnya program subspesialis dengan pembiayaan mandiri dari rumah sakit. RS UAD akan terus bergerak menuju center of excellence,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rumah sakit tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga harus siap beradaptasi dengan teknologi robotik dan kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung pelayanan medis yang efisien dan akurat.
“Kita tidak boleh tertinggal dalam transformasi teknologi kesehatan. Ini bagian dari visi besar kami menjadi rumah sakit Islami yang modern dan berdaya saing,” tegasnya.
Selain penguatan layanan medis, RS UAD telah menyediakan layanan Hemodialisis (HD) bagi pasien dengan kebutuhan terapi cuci darah. Layanan ini menjadi wujud komitmen RS UAD untuk memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Tata juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi bagi pasien. Menu makanan di RS UAD, kata dia, dirancang agar sehat sekaligus lezat, mengubah stigma makanan rumah sakit yang dianggap hambar.
“Pasien VVIP bahkan boleh memesan burger, kebab, hingga pasta, tentu dengan tetap memperhatikan standar kesehatan,” jelasnya.
Tak hanya itu, RS UAD juga menyediakan berbagai layanan penunjang seperti tes IQ, tes minat bakat, dan imunisasi gigi, sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.
Dengan fasilitas yang semakin lengkap, layanan berbasis teknologi, serta dukungan tenaga medis profesional, Tata menegaskan bahwa RS UAD berkomitmen memperkuat perannya sebagai rumah sakit Islami unggulan yang tidak hanya membanggakan Universitas Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah.
“Tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan di Kabupaten Sleman dan Indonesia,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)


