Empati dan Komunikasi Jadi Kunci Kesehatan Mental Pendidik PAUD

Sleman – Psikolog Klinis RS UAD, Zahrina Andini menegaskan pentingnya komunikasi dan empati dalam menjaga kesehatan mental pendidik anak usia dini.

Hal itu disampaikan dalam seminar Pentingnya Komunikasi dan Empati untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Pendidik Anak Usia Dini, di Gedung Sasana Anglocita Tama, Kantor Kapanewon Depok, Selasa (28/10/2025).

“Anak usia dini berada pada masa golden age, periode ketika otak berkembang sangat pesat antara usia 0 hingga 6 tahun. Pada fase ini, peran pendidik menjadi sangat vital, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga fasilitator, motivator, dan teladan bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa lingkungan belajar yang kondusif dan penuh empati berperan besar dalam membantu anak mengoptimalkan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional.

Zahrina menjelaskan bahwa anak usia dini memiliki karakteristik khas, yaitu aktif, dinamis, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Mereka belajar melalui aktivitas bermain dan cenderung meniru perilaku di sekitarnya.

Mengutip teori perkembangan kognitif Jean Piaget, ia menuturkan bahwa anak-anak membangun pengetahuannya melalui interaksi dengan lingkungan, melalui empat tahap utama, yaitu sensorimotor, pra-operasional, operasional konkret, dan operasional formal.

Lebih lanjut, Zahrina menekankan bahwa empati merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap pendidik PAUD.

“Guru yang berempati mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, membantu anak merasa dihargai, serta mengembangkan kemampuan sosial dan emosional mereka,” paparnya.

Menurutnya, empati tidak berhenti pada pemahaman terhadap perasaan anak, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata di kelas.

Zahrina mencontohkan penggunaan metode storytelling dan bermain peran sebagai sarana efektif untuk menanamkan nilai empati dan membangun karakter positif.

“Melalui pendekatan yang hangat dan penuh pengertian, guru menjadi model perilaku sosial yang akan ditiru oleh anak-anak,” tambahnya.

Ia menegaskan, pendidik PAUD perlu menjaga kesehatan mentalnya agar dapat menjalankan peran secara optimal.

“Ketika pendidik memiliki keseimbangan emosional, mereka lebih mampu menumbuhkan lingkungan belajar yang sehat dan berkarakter,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman pendidik PAUD di Kapanewon Depok tentang pentingnya komunikasi efektif dan empati dalam praktik pembelajaran.

“Dengan penerapan nilai-nilai tersebut, guru PAUD diharapkan mampu berkontribusi dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: