Eksistensi Pengrajin Bambu Tempel Ditengah Gempuran Plastik Siap Pakai

Sleman – Di tengah serbuan warna-warni plastik, Rohmad tetap setia menganyam bambu untuk beragam kerajinan seperti tas, keranjang, kap lampu, tempat buah, topi, hingga kotak dan tempat tisu. Semua barang kerajinan itu dikerjakan secara manual.

“Kami memiliki 12 orang pengrajin, kerabat dan tetangga dusun ini,” kata Rohmad saat ditemui pada Selasa (28/10/2025), di rumahnya yang merangkap sebagai tempat kerja dan etalase, di dusun Jetis, Sumberejo.

“Kami berproduksi berdasarkan pesanan. Pemesan mengirim dan spesifikasi, kemudian kami buat beberapa contoh sampel dan mengirimkannya kembali. Kalau desain cocok barulah kami produksi dalam jumlah besar,” sambungnya.

Rohmad menjelaskan bahwa kerajinan tersebut berasal dari bilah tipis lentur selebar 1,5 centimeter. Bilah tersebut kemudian dibelah sesuai dengan desain, kemudian dianyam.

“Jenis bambu yang dipakai anyaman adalah bambu apus sedang meubilair bambu petung atau bambu wulung,” katanya.

Dari bambu yang lentur kuat, melalui tangan desa yang trampil inilah lahir karya yang indah, alami, artistik dan anggun. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: