Sleman – Di Dukuh Blimbingan, Tambakrejo, Tempel, seorang perempuan tangguh bernama Sulistyawati menjalankan usaha ternak bebek dengan cara yang unik. Ia memelihara sekitar 100 ekor bebek menggunakan sistem kandang kering.
Ditemui di kandangnya, Rabu (29/10/2025), peternak itu sedang memungut telur-telur yang tergeletak di tanah diantara ratusan kaki-kaki bebek.
“Air hanya untuk minum dan saya buat agak tinggi, bebek harus naik melewati titian bambu rapat, sehingga ceceran air tidak menjadikan kandang becek,” katanya sambil memperlihatkan bak air yang memanjang.
Ia menggunakan pakan produksi pabrik yang kaya protein dan bebas bau. “Dengan pakan yang terjaga menghasilkan kualitas telur yang tinggi, kuning telur berwarna orange cerah. Warna orange ini sangat disukai oleh penggemar telur asin,” ujarnya.
Setiap hari 70% dari bebeknya bertelur, selain sudah ditunggu pembeli, ia juga membuat telur asin sendiri.
Sulis, begitu panggilan akrabnya, meminta pelanggannya membayar tunai, membuat perputaran uang di usaha ini cepat dan stabil.
“Bila bebek sudah tidak produktif, saya jual kembali kepada penjualnya dan tukar tambah dengan bebek yang siap telur,” katanya. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)


