Sastrawan Pasbuja Goes To School, Tumbuhkan Cinta Sastra Jawa Sejak Dini

Sleman – Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman kembali menebar semangat literasi khususnya Bahasa Jawa melalui program Sastrawan Masuk Sekolah yang digelar di SD Negeri Ngijon 1 Sleman, Senin (3/11/2025). Kegiatan ini menyasar siswa kelas 4 hingga kelas 6 dengan tujuan mengenalkan dunia sastra dan budaya Jawa secara menyenangkan dan interaktif.

Suasana sekolah yang biasanya diwarnai pelajaran umum, hari itu berubah menjadi ruang imajinasi yang penuh tawa, lantunan tembang, dan kisah inspiratif. Program ini menjadi upaya nyata Pasbuja dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap sastra sejak usia dini.

Dengan pendekatan yang ramah dan kreatif, para sastrawan Pasbuja Kawi Merapi yang terdiri dari Achyadi, Suhindriyo, dan Yayuk Wahyudi membagikan pengalamannya langsung kepada siswa untuk membuat karya sastra berupa cerita cekak (cerkak) dan geguritan, sekaligus tembang dolanan anak. Melalui perjumpaan langsung dengan para pelaku sastra, peserta didik diajak untuk memahami bahwa bahasa dan budaya daerah bukan hanya warisan masa lalu, melainkan bagian dari jati diri yang harus terus dirawat.

Dalam sambutannya, Achyadi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan bakti masyarakat dari Komunitas Pasbuja Kawi Merapi Kabupaten Sleman bertepatan dengan hari jadinya yang ke-7. Lewat program sastrawan masuk sekolah diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan menulis, khususnya sastra Jawa di kalangan siswa sekolah dasar maupun menengah pertama.

“Harapannya bisa memicu motivasi, memberikan insight baru, dan mengobarkan semangat literasi siswa, sekaligus mengubah kegiatan menulis dari sebuah kewajiban menjadi sebuah petualangan yang menyenangkan,” tuturnya sambil memberikan buku bacaan sebagai cinderamata sekolah sasaran.

Achyadi menambahkan, anak-anak sekarang hidup di tengah gempuran teknologi dan media digital yang cepat. Tanpa fondasi budaya yang kuat, mereka mudah kehilangan akar identitasnya. Karena itu, memperkenalkan sastra dan budaya Jawa sejak bangku sekolah dasar menjadi langkah strategis untuk menanamkan rasa bangga terhadap bahasa dan tradisi sendiri.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Ngijon 1 Sleman, Daris Sucipto menyambut positif kegiatan ini karena dianggap mampu memperkaya proses pembelajaran. Ia mengatakan bahwa pendidikan tidak hanya perihal kemampuan akademik saja, melainkan juga mengenai pembentukan karakter dan kepekaan rasa.

“Sastra, terutama sastra Jawa memiliki peran penting dalam menumbuhkan empati, sopan santun, serta penghargaan terhadap keindahan bahasa dan nilai-nilai luhur,” ujarnya.

Program Sastrawan Masuk Sekolah di SD Negeri Ngijon 1 Sleman bukan sekadar kegiatan literasi, tetapi juga gerakan kebudayaan. Dari ruang kelas sederhana, semangat mencintai sastra dan bahasa Jawa tumbuh perlahan namun pasti. Di tangan anak-anak inilah, masa depan budaya lokal akan terjaga bukan hanya sebagai kenangan, namun sebagai bagian hidup yang terus berdenyut di tengah modernitas. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: