Kementan Evaluasi Pelayanan Publik Pertanian di Sleman

Tim Evaluasi KementanSleman – Tim Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian melakukan evaluasi kinerja pelayanan publik bidang pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Wilayah III, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Jumat (18/9). Evaluasi ini setelah Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Wilayah III Seyegan berhasil mewakili Kabupaten Sleman, untuk mengikuti kompetisi Abdi Bakti Tani 2015.

“Kompetisi ini akan menjadi media bagi BP3K wilayah III Seyegan untuk mengevaluasi penerapan pelayanan publik di bidang pertanian yang selama ini telah dilaksanakan,” kata Asisten Sekda III Kabupaten Sleman, Djoko Handoyo SH.

Menurut Djoko, dalam upaya menerapkan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat, BP3K wilayah III Seyegan berusaha untuk mencanangkan berbagai hal untuk mendukung upaya tersebut.

“Beberapa hal yang dicanangkan adalah dengan memberikan informasi secara jelas mengenai jam pelaksanaan pelayanan di BP3K wilayah III Seyegan, baik secara langsung maupun melalui laman (website),” katanya.

Djoko menambahkan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat pelayanan dapat dilaksanakan di luar jam kerja karenanya BP3K wilayah III Seyegan memfasilitasi dengan memasang papan informasi tentang nama petugas dan nomor telepon yang bisa dihubungi, sehingga pengguna layanan dapat menghubungi masing-masing petugas sesuai kebutuhan pelayanan yang diinginkan, termasuk pelayanan di luar jam kerja tetap dilayani.

“Adanya moto dan maklumat pelayanan, sebagai suntikan semangat bagi para petugas dalam memberikan pelayanan sekaligus sebagai refleksi dalam menjalankan tugasnya agar selalu dalam jalurnya,” katanya.

Kepala UPT BP3K Wilayah III Seyegan Ipnu Sutopo mengatakan, wilayah kerja UPT meliputi tiga Kecamtan Seyegan, Tempel, dan Mlati, terdiri dari 18 desa dan 237 dusun/padukuhan.

“Luas wilayah binaan mencapai 8.203,7 hektare lebih dan jumlah kelompok binaan sebanyak 549 kelompok tani, 18 gabungan kelompok tani (gapoktan) dan didukung 36 petugas penyuluh lapangan (PPL),” katanya.

Sementara Mardianis dari Sekretariat Jenderal Kementrian Pertanian RI setelah melakukan pengamatan lapangan dan menyimak paparan dari Kepala UPT BP3K wilayah 3 Seyegan mengatakan menemukan kesesuaian antara kegiatan lapangan dan laporan yang disampaikan.

“Penilaian yang dilakukan dimaksudkan untuk mengevaluasi sejauh mana kinerja pelayanan yang terbaik dilakukan para PPL diberikan kepada petani sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam mendukung swasembada pangan,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga ditampilkan aneka produk pertanian meliputi salak pondoh organik dan aneka olahannya, beras organik, pupuk organik, buah-buahan dan hasil bumi serta aneka olahan makanan dan minuman hasil binaan PPL BP3K wilayah III Seyegan.***

image_pdfimage_print
Bagikan: