Turi Hidup Ringan Tanpa Hipertensi

Sleman – Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan oleh Rumah Sakit Latifah resmi dilakukan pada Selasa (4/11/2025) di Poliklinik Gemini Kembangarum. Pelatihan kali ini dipimpin oleh dr Anggia Fitria Agustin.

Pada kesempatan itu, ia menerangkan terkait hipertensi. “Tekanan darah bagi orang yang normal 140/90mmhg secara berulang, silent killer. Akibat hipertensi secara jangka panjang ada dampaknya yaitu stroke, gagal jantung, gagal ginjal dan gangguan penglihatan,” ujarnya.

Anggia menjelaskan bahwa faktor penyebab hipertensi ada dua, pertama pola hidup yang dapat dimodifikasi seperti konsumsi garamberlebih, kurang aktifitas fisik, berat badan berlebih, stress emosional, merokok dan alkohol, kurang istirahat, dan tidak medical chech up.  Kedua, hal-hal yang tidak dapat di modifikasi misalnya usia, jenis kelamin, dan genetik.

“Tanda dan gejalanya, tidak bergejala misal sakit kepala, berdebar-debar, mudah lelah, dan mimisan,” ungkapnya.

Anggia pun menerangkan cara mengukur tekanan darah yang benar.

“Cara secara benar mengukur tekanan darah yang benar adalah istirahat dulu lima menit sebelum cek. Tidak merokok atau minum kopi sebelum 30 sampai 60 menit sebelumnya. Duduknya nyaman, kaki tidak bersilang, tangan sejajar jantung, cek minimal dua sampai tiga kali dan ambil rata-rata, ukur teratur meskipun sudah minum obat,” tutur Anggia.

Bagi orang yang sudah hipertensi perlu diketahui tentang bagaimana kategorinya normal rentang tekanan darahnya 120/80. Tindakan meyakinkan pasien dan promosikan hidup sehat dan target terapinya harus dipertahankan 130/80. Apabila kategori meningkat rentang TD 120-129/80, maka tindakannya dengan merubah gaya hidup. Sedang target terapinya 130/80. Demikian hingga kategori stadium satu, stadium dua, sampai berat,” tandasnya.

Anggia menekankan, aktifitas fisik, pengendalian stress, menjaga berat badan, hingga meningkatkan daya tahan tubuh menjadi hal penting yang harus dilakukan untuk mencegah hipertensi.

“Untuk menghindari merokok perlu menggunakan START (Seat a date, Teal family and friends, Anticipate challenges, Remove cigarettes, Talk to doctor),” jelasnya.

Di samping itu, masyarakat juga dapat melakukan terapi farmakologi, dengan segera konsultasi ke tenaga kesehatan. Kemudian obat harus diminum rutin dengan waktu yang sama, pantau tekanan darah mandiri, dan kontrol rutin.

“Kendalikan hipertensi perlu memakai PATUH (Periksa kesehatan, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet, Upayakan aktifitas fisik, Hindari asap rokok dan alkohol),” kata Anggia.

“Cegah hipertensi dengan CERDIK (Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres). Dengan prinsip RINGAN (Rasakan dulu, Istirahat cukup, Nafas dan tenangkan diri, Gerak setiap hari, Awasi tekanan darah, dan Nikmati hidup),” sambungnya. (Suharno / Kertomandiri Turi)

image_pdfimage_print
Bagikan: