Sleman – Forum Komunikasi Forkom UMKM Kabupaten Sleman memperingati Hari Jadi UMKM dan HUT Forkom UMKM Kabupaten Sleman ke-3, Kamis (6/11/2025) di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agung Armawanta beserta Forkompim Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, Ketua Forkom UMKM Kabupaten Sleman, H. Ardi Sehami, dan pelaku usaha UMKM.
Kegiatann peringatan empat UMKM dan HUT Forkom ke-3 Kabupaten Sleman 2025 diawali dengan senam sehat yang diikut warga dan anggota UMKM Kabupaten Sleman lebih dari seribuan orang.
Sementara itu stand pameran dari 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman menggelar aneka hasil produk hasil pertanian, produk makanan baik basah maupun kering. Selain itu ada juga produk fashion baik berbahan batik, lurik dan bahan kain lainnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman, Sutiasih mengucapkan terima kasih kepada pengurus Forkom Kabupaten Sleman yang telah sukses menggelar rangkaian peringatan Hari UMKM dan HUT Forkom UMKM Kabupaten Sleman ke-3.
Rangkaian kegiatan yang di awali dengan senam sehat dan bazar umkm dari 17 Kapanewon yang ada di Kabupaten Sleman. Dilanjutkan dengan fashion show busana lurik dan batik serta menampilkan produk unggulan UMKM masing- masing Forkom Kapanewon. Selain itu ada kegiatan workshop di aula Bapeda Kabupaten Sleman.
“Adapun tema kegiatan kali ini sinergi UMKM Kabupaten Sleman inovasi, kreasi dan kolaborasi. Berdasarkan semangat tersebut, diharapkan UMKM Kabupaten Sleman naik kelas,” ungkap Sutiasih.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agung Armawanta menyampaikan bahwa acara ini mempunyai makna yang sangat penting. Tidak hanya sebagai momentum peringatan selebrasi, tetapi juga merupakan wadah refleksi sinergi dan kebangkitan semangat UMKM dalam membangun perekonomian daerah yang mandiri.
“Momentum ini kiranya menjadi titik tolak dalam memperkuat kolaborasi. Inovasi tidak hanya tangguh menghadapi perubahan zaman juga mampu menangkap peluang dan transformasi perubahan tehnologi di era digitalisasi,” ungkapnya.
“UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian daerah memberikan kontribusi nyata sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Keberadaan UMKM yang saat ini lebih dari 100 ribu serta mampu menyerap 321 ribu tenaga kerja,” sambung Agung. (Kusnadi KIM Berbah)


