Sleman – Seorang peternak kambing Dusun Blimbingan, Sulistyawati memiliki logika berpikir yang cermat. Ia hanya memelihara kambing jantan. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Pasar kambing jantan, terutama menjelang Idul Adha lebih mudah diprediksi dan nilainya cenderung stabil bahkan meningkat.
Ditemui di kandangnya, Kamis (6/11/2025) bercerita bahwa dulunya ia merupakan peternak kambing biasa dengan menjual dua puluh kambing Jantan dan betina. Namun kini ia mengubah metode tersebut dengan mengkhususkan untuk menjual kambing Jantan saja.
“Dahulu saya memang berternak kambing seperti peternak umumnya, berternak kambing sampai lebih dari dua puluh, jantan dan betina. Kambing jantan dijual saat Idul Adha. Namun kemudian saya berganti pola pikir, bila tujuannya semata-mata untuk dijual, mengapa tidak menkhususkan hanya kepada kambing jantan saja,” ujarnya.
Ia membeli kambing-kambing jantan muda jauh sebelum Idul Adha, saat harga masih relatif rendah. Hewan tersebut kemudian dipelihara dengan pakan alami seperti daun lamtoro, rumput gajah, dan dedaunan kering yang difermentasi. Dengan perawatan rutin dan kandang yang bersih, kambing-kambing itu tumbuh sehat dan siap dijual ketika musim kurban tiba.
Menjelang Idul Adha, permintaan meningkat tajam. Saat itulah hasil kerja kerasnya berbuah. Dalam waktu beberapa bulan, kambing muda yang dulu dibeli dengan harga terjangkau berubah menjadi sumber keuntungan yang menjanjikan.
Sebuah langkah sederhana namun cerdas, memelihara kambing jantan dengan perhitungan waktu dan pasar yang tepat, menjadikan usaha ternak ini tidak hanya menguntungkan tetapi juga berkelanjutan. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)


