Cara Mudah Menulis Gurit dan Cerkak Ala Budi Sarjono

Sleman – Menulis geguritan dan cerita cekak (Cerkak) menjadi satu hal yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Hal itu karena adanya kesulitan dalam menuangkan ide dan gagasan.

Untuk itu, SD Negeri Jomblang 2 Loojisari, Tegaltirto, Berbah menyelenggarakan pelatihan menulis geguritan dan cerkak, pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan tersebut menghadirkan Budi Sarjono, seorang penulis senior yang telah menerbitkan puluhan buku dna tulisan berbahasa Jawa. Budi Sarjono atau yang akrab disapa Budsar juga merupakan salah salah satu anggota paguyuban penulis Pasbuja Kawi Merapi (PKM).

“Paguyuban yang berkedudukan di Kabupaten Sleman, namun anggotanya berasal dari berbagai daerah baik di Sleman, Kota Yogya, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul bahkan ada yang dari luar wilayah Yogyakarta,” jelas Budi.

Dalam pelatihan kali ini, Budsar melakukan pendekatan ke dalam dunia anak-anak, yaitu bermain dan bertualang khas anak-anak. Pada kesempatan itu, Budsar pun memberikan materi literasi menulis geguritan dan cerkak.

“Tuliskan pengalaman ketika mencuri mangga tetangga. Perasaan ketika mau memetik mangga, saat ketahuan pemilik pohon mangga,” ucap Budsar.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman sederhana dan terlalu biasa saat mencuri mangga bisa ditulis menjadi geguritan ataupun cerkak. Kejadian yang dialami seseorang akan berbeda dan banyak jenisnya.

“Dari banyaknya kejadian yang dialami bisa menjadi bahan untuk menulis cerkak dan geguritan,” tandasnya.

Budsar menekankan agar kegiatan literasi ini tidak bisa hanya sesaat. Peserta harus terus belajar dan mengasah kemampuan menulis untuk memperoleh hasil yang maksimal.

“Yang penting konsisten dalam berliterasi, dan juga dilakukan dengan hati gembira,” pungkasnya. (Kusnadi / KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: