Peringatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Tridadi Ditutup dengan Sarasehan Budaya

Sleman – Rangkaian perayaan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Tridadi ditutup dengan kegiatan sarasehan sejarah dan budaya pada Jumat (14/11/2025), di Aula Kalurahan Tridadi. Acara ini menjadi penutup dari serangkaian kegiatan yang meriah selama dua pekan, yang bertujuan memperkuat kebersamaan dan melestarikan warisan budaya lokal.

Perayaan diawali pada Kamis, 30 Oktober 2025, dengan pembukaan di Lapangan Denggung yang menampilkan berbagai kesenian, bazaar UMKM, dan pasar rakyat. Kemeriahan berlanjut pada 2 November 2025 dengan penampilan potensi dari lima padukuhan, termasuk tari dan jathilan. Panggung seni pada 7 November menampilkan kesenian Kubro Siswo Mawar Agung Budoyo dari Padukuhan Kebonagung, yang ditutup dengan Jathilan Turonggo Seto dari Padukuhan Beran Lor.

Pada 8 November 2025, digelar Festival Karawitan yang diikuti oleh Padukuhan Denggung, Drono, Beran Lor, Beteng, dan Dukuh. Malam harinya, panggung seni ditutup dengan pementasan ketoprak kolaborasi Lurah, pamong, staf, dan Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) bersama pelaku seni Tridadi, yang membawakan lakon Kamandoko Lutung Kesarung.

Puncak peringatan Hari Jadi dilaksanakan pada Rabu, 12 November 2025, bertepatan dengan tanggal lahirnya Kalurahan Tridadi. Acara ini diisi dengan kirab potensi dari 15 padukuhan yang diakhiri dengan upacara adat. Upacara mengusung tema sejarah berdirinya Tridadi, yang sebelum Maklumat Gubernur DIY tahun 1946 merupakan gabungan dari tiga kalurahan lama: Ngemplak Caban, Beran Lor, dan Beran Kidul, sebelum dilebur menjadi Tridadi. Dalam kesempatan puncak ini, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, turut hadir dan membacakan sambutan dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada warga yang berprestasi.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sarasehan sejarah dan budaya yang dihadiri oleh Pamong, staf, BPKal, pengurus Rintisan Desa Budaya, dan tokoh masyarakat Tridadi. Nara sumber dalam sarasehan adalah Untung Waluyo, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Adat dan Tradisi Kabupaten Sleman.

Pada momen penutup ini, Lurah Tridadi, Sri Hartati, turut memberikan penghargaan kepada warga yang konsisten melestarikan seni budaya, yaitu Heri Wiyono (bidang tari), Jumari (seni karawitan), Bardono (penggiat ketoprak dan pranata hadicara), Harjana (seni jathilan), serta Agus Wiranto (pelestari pranata cara bahasa Jawa). Penghargaan juga diberikan kepada Untung Waluyo selaku nara sumber.

Dalam sambutannya, Sri Hartati mengajak warga Tridadi untuk selalu semangat dalam membangun kalurahan sesuai dengan tema hari jadi tahun 2025.

“Tema hari jadi Tridadi tahun 2025 adalah Gumregah gumregut kanti linambaran gugur gunung mrih karaharjaning Tridadi,” ujarnya.

Kalimat tersebut memiliki arti warga Tridadi selalu tergugah semangatnya, bersatu padu, dan bergotong royong dengan saling berangkulan demi mewujudkan Tridadi yang sejahtera lahir batin, serta bersinar terang.

Panewu Sleman, Rashid Ratnadi Sosiawan, juga turut memberikan sambutan dan mengapresiasi suksesnya rangkaian kegiatan hari jadi Kalurahan Tridadi yang dinilai sederhana, penuh kekeluargaan (guyub), aman, menggembirakan warga, sekaligus melestarikan seni budaya lokal. Acara sarasehan ditutup secara simbolis dengan tradisi sumsuman (makan bubur sumsum) dan pembubaran panitia oleh Lurah Tridadi. (SH/KIM Sleman)

image_pdfimage_print
Bagikan: