Sleman – Gelaran Pasar Bela Negara (PBN) edisi ke-16 kembali hadir dengan suasana yang semakin hidup di utara Lapangan Pemda Sleman pada Jumat (21/11/2025). Program rutin yang diinisiasi oleh Badan Kesbangpol Sleman bersama Carya Budhi Chantya ini terus menjadi pusat perhatian karena konsisten mengangkat semangat kebangsaan sekaligus memberdayakan UMKM lokal.
Pada edisi kali ini, PBN menghadirkan Sigit Indarto, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, sebagai narasumber utama dalam sesi talk show. Dalam pemaparannya, Sigit memperkenalkan tagline baru Dinas Sosial Sleman, “Teko Susah, Bali Bungah,” yang mencerminkan komitmen lembaganya untuk memberikan pelayanan yang membawa solusi dan kebahagiaan bagi masyarakat. Tagline ini dipilih sejalan dengan peran dinas sosial yang erat dengan isu pengentasan kemiskinan dan penanganan kebencanaan.
Sigit juga menyoroti sejumlah program strategis yang dimiliki Dinas Sosial sesuai segmen masyarakat, mulai dari kelompok miskin, kelompok rentan, hingga kepemudaan. Salah satu program unggulan adalah PEDAS (Pejuang Ekonomi Muda Sleman) yang menyasar pemuda usia 18–35 tahun dari keluarga miskin atau rentan miskin. Melalui program ini, peserta menerima bantuan modal usaha hingga Rp3 juta untuk mendorong kemandirian ekonomi dan inovasi di kalangan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit turut memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan Pasar Bela Negara. Menurutnya, PBN telah menjadi ruang positif bagi pelaku UMKM dan berbagai kelompok binaan.
“Kami memastikan bahwa ke depan, para pelaku usaha mikro binaan Dinas Sosial Sleman akan ikut bergabung untuk memperluas akses pemasaran dan meningkatkan pengalaman berwirausaha,” kata Sigit.
Selain fokus pada pemberdayaan sosial, Pasar Bela Negara edisi ke-16 juga menarik perhatian kalangan muda. Influencer muda Saviera Ajeng, yang dikenal luas sebagai Mbak Jawa, turut hadir dan membuat liputan khusus bersama DSN TV. Ajeng mempromosikan kekayaan kuliner tradisional yang dijual di PBN—mulai dari apem, cucur, corobikang, besengek tempe benguk, geblek, mie jadul, hingga berbagai jajanan lawas lainnya yang menjadi daya tarik pengunjung.
Tak hanya itu, Sigit Indarto juga menyampaikan bahwa pada 5 Desember 2025, Dinas Sosial Sleman akan berkolaborasi dengan Badan Kesbangpol Sleman dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional, yang akan digelar bersamaan dengan agenda Pasar Bela Negara. Kolaborasi ini diharapkan menjadi wujud nyata inklusivitas dan dukungan kepada penyandang disabilitas.
Dengan hadirnya narasumber inspiratif, keikutsertaan komunitas UMKM, serta partisipasi influencer muda, Pasar Bela Negara kembali menunjukkan perannya sebagai ruang kolaboratif yang menggabungkan edukasi kebangsaan, pemberdayaan sosial, dan pelestarian budaya kuliner lokal. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)


