Pendidikan Dapat Memutus Lingkaran Kemiskinan

Kunjungan ke Museum GempaSleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan tingkat pendidikan masyarakat menunjukkan tingkat kemandirian suatu daerah. Tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi akan semakin meningkatkan kemandirian daerah.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa tingginya tingkat atau derajat pendidikan masyarakat memiliki pengaruh yang sa­ngat besar terhadap pelaksanaan pembangunan di suatu daerah, termasuk Sle­man,” kata Gatot, Jumat (2/9)

Menurut Gatot dengan semakin banyaknya pen­du­duk Sleman yang ber­pen­­di­dikan tinggi, maka berbagai program pemba­ngunan yang telah direncanakan akan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien. Demikian pula dalam persoalan penanggulangan kemiskinan, pendidikan merupakan salah satu sarana pokok untuk dapat memutus lingkaran kemiskinan.

“Bagi masyara­kat yang masih mau belajar, yang masih menjadikan pendidikan sebagai prioritas, maka berarti masih ada harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” tutur Gatot.

Sementara berdasarkan data yang ada pada tahun 2014 yang lalu telah diberikan bantuan untuk pelayanan dasar dalam bentuk pemberian beasiswa bagi 3.543 siswa masyarakat miskin. Meskipun upaya pemberian beasiswa terus dilakukan, pada tahun 2015 ini tercatat masih ada sejumlah anak putus sekolah di berbagai jenjang diantaranya 47 siswa SD/MI, 18 siswa SMP/ MTs dan 58 siswa SMA/ SMK/ MA yang masih membutuhkan uluran tangan.

Dengan adanya bantuan pendidikan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu mengurangi angka siswa putus sekolah. Selain itu melalui bantuan pendidikan, diharapkan anak-anak teruta­ma dari kalangan kurang mampu dapat terus mengenyam pendidikan yang layak, bahkan dapat menempuh pendidikan sampai jenjang yang tertinggi.

image_pdfimage_print
Bagikan: