Sleman – Dusun Karanggawang, Mororejo, Tempel, pada Minggu (23/11/2025) pagi tampak sibuk. Di tengah kabut dan rintik hujan, Relawan Kemanusiaan Tempel (Rekat) menjalankan aksi mitigasi bencana hidrometeorologi sebagai langkah antisipasi cuaca ekstrem. Puluhan relawan berseragam oranye bergerak serempak memangkas dahan pohon, menyingkirkan ranting yang menjulur ke badan jalan, hingga memetakan titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan saat angin kencang.
Kegiatan ini turut dihadiri Penasehat Rekat, Abdul Wahid, yang turun langsung memberi dukungan moral kepada para relawan.
“Saya sebagai yang dituakan tentunya selalu mendukung program dan kegiatan Relawan Rekat. Apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar memotong pohon, tetapi menjaga keselamatan masyarakat. Semoga aksi seperti ini terus berkelanjutan dan bermanfaat bagi warga,” ujar Abdul Wahid.
Ketua Rekat, Dwiyanto Hedi Purwoko, menegaskan bahwa kegiatan mitigasi ini lahir dari pengalaman langsung menghadapi musim hujan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, wilayah Tempel cukup sering berhadapan dengan insiden pohon tumbang maupun gangguan jaringan penerangan jalan umum (PJU) akibat cuaca ekstrem.
“Kita melakukan mitigasi dengan memotong pohon-pohon yang rawan roboh dan yang mengganggu jaringan PJU,” kata Hedi.
Ia menambahkan, langkah pencegahan semacam ini jauh lebih efektif dan lebih ringan dibandingkan penanganan saat bencana sudah terjadi. “Keselamatan itu sering kali bergantung pada hal-hal kecil yang jarang terlihat,” ujarnya.
Meski digerakkan oleh para relawan, aksi mitigasi ini juga melibatkan warga sekitar. Beberapa warga membantu menunjukkan titik-titik rawan, memberi informasi soal wilayah yang kerap gelap karena gangguan PJU, hingga ikut menyingkirkan ranting hasil pemangkasan.
Hedi berharap aksi seperti ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa cuaca ekstrem bukan hanya persoalan alam, tetapi juga tanggung jawab bersama.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu waspada. Cuaca ekstrem bisa datang kapan saja, jadi langkah antisipatif perlu dilakukan bersama,” tegasnya.
Aksi mitigasi di Mororejo ini, meski sederhana, menjadi pilar penting untuk membangun ketangguhan lokal. Bagi warga Karanggawang, upaya kecil ini menghadirkan dampak nyata, seperti akses jalan lebih aman dan risiko pohon tumbang menurun. (sbd/KIM Tempel)


