Pasbuja Kawi Merapi Gelar Progam SMS di SMP N 3 Tempel, Berharap Munculkan Sastrawan Jawa Milenial

Sleman – Program Sastrawan Masuk Sekolah (SMS) merupakan terobosan baru bagi Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Kabupaten Sleman. Program tersebut telah menyasar beberapa sekolah di Sleman, baik SD maupun SMP.

Kali ini, program SMS berlangsung di SMP Negeri 3 Tempel, pada Senin (24/11/2025). Dalam kesempatan tersebut Pasbuja Kawi Merapi menerjunkan tiga mentornya, yaitu Achyadi, Wiyana, dan S.P Handayani, serta didampingi Sugiyanto dan Dwi Ony Raharjo.

Kepala SMP N 3 Tempel, Dwi Utami saat memberikan sambutan menyampaikan, merasa bangga atas perhatian Pasbuja untuk memberikan bimbingan masalah sastra Jawa di sekolahnya.

“Mungkin selama ini bahasa Jawa yang merupakan bahasa ibu dan ciri khas DIY banyak ditinggalkan oleh anak-anak. Maka kami tetap berkeinginan untuk menumbuhkan sastrawan-sastrawan milenial, dari sekolah ini,” ujarnya.

“Mangga kami serahkan sepenuhnya. Anak-anak kami untuk dibimbing dalam dunia sastra baik geguritan maupun cerkak,” sambung Dwi.

Salah satu anggota Pasbuja Kawi Merapi, Achyadi selaku pemateri menyampaikan tentang geguritan. Achyadi mengajak para siswa untuk tidak takut untuk menulis.

“Sebetulnya kegiatan sastra sudah setiap hari kalian lakukan, tetapi tentu masuk kategori geguritan,” kata Achyadi.

Ia menjelaskan bahwa geguritan merupakan karya sastra, dari rangkaian kata yang indah sebagai ekpresi perasaan.

“Perasaan senang, sedih, atau sesuatu yang kita lihat di sekitar kita,” tandasnya.

Anggota Pasbuja Kawi Merapi lainnya, Wiyana menjelaskan cara menulis cerita cekak (cerkak). Dalam membuat cerkak yang harus diperhatikan yaitu tema, latar, tokoh, dan karakter dari pelaku.

“Buatlah kerangka dari tema tersebut, buatlah cerita yang pendek sesuai dengan peran dari tokoh tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, narasumber ketiga, S.P Handayani yang juga menjadi salah satu anggota Pasbuja Kawi Merapi, dalam kesempatan itu menambahkan bahwa yang harus diperhatikan dalam menulis cerkak yaitu siapa, apa di mana, kapan, dan bagaimana.

Siapa maksudnya siapa pelakunya, siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Apa peristiwa kejadian atau masalahnya.  

“Sedangkan di mana dan kapan merupakan latar dari cerkak, dan bagaiman kejadiannya kita ceritakan. Dari kerangka tersebut bisa dilengkapi dengan mengapa, yang mencakup alasan atau penyebab sebuah kejadian,” pungkasnya.  (Giek/ KIM Moyudan)

image_pdfimage_print
Bagikan: