KB / TK Al Azhar 31 Sleman Dinilai Tim Lomba Sekolah Sehat DIY

Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir  Gatot Saptadi    menerima tim penilai Lomba Sekolah Sehat tingkat  DIY di KB / TK Al Azhar 31 Jalan Ring Road Monjali Sinduadi Mlati Sleman, Rabu (7/10).

Kepala Sekolah KB/TK Al Azhar, Ny Ketut Tuti Alawiyah SAg memaparkan bahwa sekolah berdiri tahun 2005 dengan luas sekolah  KB/TK  atas tanah 800 M2 dan bangunan sebesar 565 M2,  program pendidikan sekolah, Program kesehatan Rutin Tiap Bulan oleh dr Puskesmas ( Gigi dan Kesahatan ) fasilitas Perpustakaan, UKS, Lab Computer, Kantin Sekolah, dapur anak, Apotik hidup, gudang dan taman bermain serta kegiatan anak didik antara ara lain buang dan Pengelolaan Sampah, Perawatan Apotik Hidup/Tanaman, kegiatan belajar di Ruang kelas.

Gatot dalam sambutan  Penerimaan Tim Penilai mengatakan Lomba sekolah sehat yang diselenggarakan secara rutin ini, memiliki tujuan untuk melakukan pembinaan melalui ajang kompetisi terkait kesehatan seluruh stake holders maupun lingkungan di sekolah. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan sekaligus penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di masing-masing penyelenggara pendidikan.

Kegiatan yang sangat strategis ini untuk dikuatkan dan dikembangkan, karena UKS dapat menumbuh kembangkan anak-anak agar bertumbuh dengan baik, serta menanamkan budaya hidup bersih dan sehat pada kehidupan sehari-hari.

“Lomba ini tidak saja bermanfaat bagi sekolah yang dipilih, namun juga bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sleman. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan salah satu tempat yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup sehingga para guru, karyawan dan murid dapat turut bertanggungjawab dalam upaya penyelamatan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Gatot.

Sekolah sehat adalah sekolah yang berhasil membantu murid atau siswa untuk berprestasi secara maksimal dengan mengedepankan aspek kesehatan, definisi lainnya adalah sekolah yang bersih, hijau, indah, dan rindang, peserta didiknya sehat serta berperilaku hidup bersih dan sehat. Sekolah sebagai tempat belajar tidak saja perlu memiliki lingkungan bersih dan sehat. Tapi juga diharapkan mampu membentuk siswa yang memiliki derajat kesehatan yang lebih baik.

Untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, diperlukan niat dan upaya konkrit dalam menerapkan pola hidup sehat, baik di rumah maupun di sekolah. Guru, karyawan maupun murid di sekolah, dituntut untuk bisa menciptakan dan menjaga sekolah yang memiliki lingkungan dan sanitasi bersih, sehat, nyaman serta rindang dengan pepohonannya.

Di sekolah, guru adalah ujung tombak pelaksanaan sekolah sehat, karena guru berinteraksi langsung dengan siswa. Sambutan Ketua Tim Penilai Sekolah  sehat  bahwa penilaian ini hanya mencocokan dan melihat langsung program serta kurikulum yang telah dilaksanakan secara obyektif oleh sekolahan, hasil penilaian sekolah sehat yang memperoleh nilai tertinggi akan mewaikli DIY maju tingkat Nasional pada tahun 2016.

image_pdfimage_print
Bagikan: