Sleman— Kegiatan pengelolaan lingkungan melalui proyek Sustaniverse 2025 menitikberatkan pada upaya mengajak anak muda memberikan kesadaran tentang pengelolaan sampah berkelanjutan. Koordinator proyek Sustaniverse 2025, Mukhlis Jamal Musa Holle, menjelaskan hal tersebut pada Sabtu (29/11/2025) di Gelanggang Inovasi dan Kreatif Universitas Gadjah Mada (UGM), Depok, Sleman, Yogyakarta.
“Meski sudah banyak contoh pengelolaan sampah yang telah dilakukan di masyarakat, akan lebih baik lagi bila mengajak generasi muda lebih peduli terhadap lingkungan, terutama pengelolaan sampah berkesinambungan,” jelas Mukhlis.
Lebih lanjut Mukhlis menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam pengelolaan lingkungan untuk menjaga kelestarian alam semesta yang berkelanjutan. Hal ini merupakan upaya agar manusia dapat hidup harmonis dengan alam dan memastikan keberlanjutan kehidupan di bumi.
“Keberadaan generasi muda menjadi sangat penting sebagai pelopor pengelolaan sampah berkelanjutan,” tutur Mukhlis.
Aspek pengelolaan lingkungan berkelanjutan mencakup berbagai aspek, meliputi penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan, mengurangi emisi dan polusi, melestarikan keanekaragaman hayati, pengelolaan limbah, serta pembangunan yang ramah lingkungan.
“Pengelolaan sampah berkelanjutan adalah upaya menjaga dan memastikan keberlanjutan kehidupan di bumi bagi anak cucu dan bagi makhluk hidup semua,” tambahnya.
Dalam proyek Sustaniverse kali ini, ditampilkan berbagai macam model pengelolaan sampah, baik itu melalui bank sampah, pengurangan sampah, maupun pemrosesan sampah organik. Pemrosesan sampah organik dilakukan melalui pengomposan secara langsung atau dengan sistem biokonversi menggunakan maggot.
“Dalam pengelolaan sampah organik bisa juga dengan cara pembuatan eco-enzyme,” imbuhnya.
Proyek Sustaniverse turut menggelar ekspo UMKM untuk memamerkan produk mereka, terutama produk ramah lingkungan dan hasil olahan pangan sehat dari bahan lokal yang berkualitas. Tidak ketinggalan, tersedia juga stand ekspo yang menampilkan sistem pengelolaan sampah dengan bank sampah atau jasa angkut sampah.
“Kegiatan yang melibatkan banyak anak muda bertujuan untuk mengenalkan anak muda secara lebih luas agar lebih peduli dengan lingkungan, terutama pengelolaan sampah,” pungkas Mukhlis. (Kusnadi/KIM Berbah)


