Sleman – Dua diantara lima penumpang helikopter yang hilang kontak dalam penerbangan dari Samosir menuju Kualanamu adalah warga Tegal Bojan, Desa Purwomartani Kecamatan Kalasan, Sleman. Keduanya adalah Nurharyanto, yang selama ini tinggal bersama isteri dan anaknya di Sidoarjo, Jawa Timur adalah karyawan PT PAS, perusahaan yang melayani angkutan udara secara carter. Demikian pula Fransiskus Subihardiyan, lulusan SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Jogja yang juga bekerja di PT PAS. Ia adalah kemenakan Nurharyanto.
Keluarga, hingga saat ini masih belum mendapatkan informasi yang pasti mengenai helikopter jenis Eurocopter EC-130 Bell-4 yang hilang kontak pada hari Minggu (11/10) lalu. Salah satu kerabat Nurharyanto maupun Fransiskus Subihardiyan, Esti kepada wartawan menuturkan keluarga belum mendapat penjelasan resmi baik dari perusahaan tempat keduanya bekerja maupun dari institusi yang berwenang.
“Kami baru tahu dari siaran televisi,” kata Esti. Ia menambahkan, keluarga terus memantau dari detik-ke detik perkembangan dan upaya pencarian maupun penyelamatan.
Setelah muncul nama kedua warga Tegal Bojan yang ikut dalam penerbangan pesawat helikopter dengan call sign PK-EKA kerabat dan tetangga terus berdatangan untuk membesarkan hati keluarga. Sementara isteri Nurharyanto masih dalam perjalanan dari Sidoarjo menuju Sleman. Lebih lanjut Esti berharap agar Tim SAR dan tim pencarian dan penyelamatan lainnya dapat segera menemukan keberadaan helikopter termasuk penumpangnya.


