Langkah Pasti Sugeng Widodo Merintis Usaha Ekspedisi Berbasis Analisis

Sleman – Sugeng Widodo lahir di Jambi tahun 1994 dari orang tua yang bekerja di PTP Nusantara sejak 1989. Ia menghabiskan masa sekolah di Jambi sebelum melanjutkan studi Teknik Mesin di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, pada 2012.

Ditemui pada Kamis (11/12/2025), di kios ekspedisi yang ia sewa di Lohdoyong, Lumbungrejo, Tempel Sleman, Sugeng mengenang awal mula dirinya terjun ke dunia usaha. Saat kuliah, kiriman dari orang tuanya mulai berkurang karena ibunya pensiun. Tinggal di kos yang gerbangnya dikunci sejak pukul 21.00 membuatnya berpikir keras mencari tambahan.

“Saya jualan rokok eceran dan pulsa, itu kebutuhan anak kos waktu itu,” ujarnya.

Ia menawarkan pulsa di kampus, sehingga teman-temannya tidak perlu keluar area kuliah. Inspirasi wirausaha datang dari ibu kos yang aktif berdagang hingga ke luar pulau.

“Saat pandemi, banyak usaha tumbang. Tapi itu seleksi alamiah, yang kreatif dan tangguh yang bertahan,” tegasnya.

Setelah lulus, Sugeng sempat berjualan perlengkapan naik gunung sesuai hobinya. Pasarnya adalah komunitas pendaki Kabut Lembut. Namun ia menilai pertumbuhannya lambat. Ia lalu melakukan riset kecil-kecilan tentang bisnis yang tidak terlalu padat modal dan menjanjikan. Pilihannya jatuh pada usaha ekspedisi sistem franchise.

Sugeng membandingkan beberapa perusahaan, meneliti persyaratan hukum, teknis, hingga potensi pasarnya. Setelah memenuhi seluruh syarat dan mendapat pinjaman modal dari orang tua, ia membeli hak franchise. Ia kembali melakukan survei lokasi dan menemukan tempat strategis di perbatasan DIY. Keputusan itu tepat, bisnisnya tumbuh perlahan namun stabil.

Sebagai pendatang, Sugeng cepat berbaur dengan warga hingga dipercaya menjadi bendahara RT di lingkungan tempat tinggalnya. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: