Ustaz Luswikantoro Haris Soroti Makna Cinta kepada Allah dan Rasulullah

Sleman – Pentingnya menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah sebagai fondasi keimanan seorang muslim. Hal ini disampaikan Ustaz H. Luswikantoro Haris, atau yang lebih dikenal sebagai Ustaz Haris pada pengajian di Masjid Hidayatulloh Gondangan, Penen, Sendangadi, Mlati, Sleman pada Kamis (11/12/2025).

Pengajian dimulai dengan pembahasan Hadits Bukhari nomor 171 yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Hadits tersebut mengisahkan seorang lelaki Badui yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang waktu terjadinya kiamat. Menanggapi pertanyaan itu, Rasulullah justru balik bertanya mengenai bekal yang disiapkan sang Badui.

Ia menjawab bahwa ia tidak memiliki banyak bekal, namun ia mencintai Allah dan Rasulullah melebihi dirinya sendiri. Rasulullah kemudian menegaskan bahwa seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.

Ustaz Haris yang kini aktif sebagai pembimbing haji dan umrah Aisyiyah Kota Yogyakarta itu menekankan bahwa hadits tersebut menjadi pengingat agar umat Islam meneguhkan cinta kepada Allah.

“Bukti cinta kepada Allah adalah sering menyebut nama-Nya dan segera memenuhi panggilan-Nya,” ujarnya.

Sementara bentuk cinta kepada Rasulullah SAW, menurut Ustaz Haris, dapat diwujudkan dengan memperbanyak salawat, terutama pada hari Jumat yang dihitung sejak Magrib hingga Magrib berikutnya. Selain itu, mencintai Rasul juga diwujudkan dengan mengikuti sunnah-sunnahnya.

Beliau juga mengutip QS Al-Maidah ayat 7, “Sami’na wa atho’na” yang artinya Kami mendengar dan kami taat, sebagai landasan untuk menguatkan ketaatan terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Ustaz Haris memberikan contoh beberapa sunnah yang dianjurkan, seperti shalat tahajud, puasa Senin-Kamis, serta membiasakan salat berjemaah di masjid.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Haris turut menyinggung fenomena ibadah yang terasa hambar.

“Jangan sampai kita hanya khusyuk saat sedang susah. Tanamkan bahwa kita yang membutuhkan Allah, sehingga beribadah harus tetap khusyuk baik dalam keadaan senang maupun susah,” pesannya.

Pengajian ditutup dengan penjelasan tentang Hadits Muslim nomor 43 yang menyebutkan tiga perkara untuk merasakan manisnya iman mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi segalanya, saling mencintai dan berpisah karena Allah, serta membenci apa yang dibenci Allah sebagaimana seseorang membenci masuk ke dalam neraka. (Endarwati/KIM Donoharjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: