Sleman — Semangat gotong royong kembali menguat di Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Sleman. Warga setempat bersama lembaga kemasyarakatan melaksanakan pengecoran jalan lingkungan dengan memanfaatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan, senilai Rp50 juta yang setelah dipotong pajak diterima bersih sebesar Rp42 juta dalam bentuk material bangunan.
Pengecoran jalan tersebut dilaksanakan secara swadaya melalui kerja bakti atau sistem gotong royong masyarakat. Kegiatan ini menyasar ruas jalan lingkungan di wilayah RT 4 dan RT 5 Sedogan dengan panjang sekitar 130 meter.
Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMKal) Sedogan bidang pembangunan, Hari Widada, menjelaskan bahwa bantuan tersebut difokuskan sepenuhnya untuk mendukung proses pengecoran jalan yang selama ini menjadi kebutuhan warga.
“Bantuan Keuangan Khusus ini kami gunakan untuk mendukung gotong royong pengecoran jalan di RT 4 dan RT 5 Sedogan. Dengan panjang sekitar 130 meter, kebutuhan materialnya meliputi semen sekitar 600 sak, pasir 90 meter kubik, dan split 130 meter kubik,” ujar Hari Widada saat ditemui di lokasi kegiatan.
Menurutnya, dengan sistem pengerjaan berbasis partisipasi warga, proses pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. “Karena dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat Sedogan, kami optimistis pengerjaan bisa rampung dalam waktu kurang lebih satu minggu,” tambahnya.
Dukuh Sedogan, Aisyah Putri Wulansari, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan ini tidak hanya berdampak pada perbaikan akses fisik, tetapi juga memperkuat kohesi sosial warga. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus memupuk semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Harapannya, dengan adanya pengecoran dan perbaikan jalan ini, masyarakat semakin semangat dan semakin guyub dalam gotong royong. Jalan yang bagus tentu akan memberi dampak positif, baik dari sisi aksesibilitas maupun pergerakan ekonomi warga,” tutur Aisyah.
Ia menambahkan, akses jalan yang lebih baik akan mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari dan pada akhirnya bermanfaat bagi seluruh warga Sedogan. “Entah itu untuk kegiatan ekonomi, sosial, maupun layanan kemasyarakatan lainnya, jalan yang layak pasti membawa manfaat besar,” katanya.
Aisyah juga menjelaskan bahwa BKK dari anggota DPRD Sleman tersebut merupakan program yang telah closing pada tahun anggaran berjalan. Selain pengecoran jalan, Padukuhan Sedogan pada tahun ini juga menerima dukungan sarana dan prasarana lainnya.
“Selain pengecoran jalan dari BKK perubahan 2025 ini, Sedogan juga mendapatkan sarana olahraga berupa meja tenis meja dan perlengkapan bola voli. Jadi tahun ini ada dua program yang kami rasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah padukuhan bersama masyarakat telah menyiapkan rencana lanjutan untuk pemerataan pembangunan infrastruktur jalan. Aisyah menyebutkan bahwa wilayah RT 1 dan RT 2 juga telah diusulkan untuk mendapatkan program serupa pada tahun mendatang.
“Insyaallah, untuk tahun berikutnya akan ada program pengecoran jalan di RT 1 dan RT 2. Itu rencananya bersumber dari BKK Provinsi yang diusulkan melalui Pak Haris Sugiharta,” jelasnya.
Melalui kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah kalurahan, dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan jalan di Sedogan diharapkan menjadi contoh sinergi yang efektif dalam mempercepat pembangunan berbasis kebutuhan warga. (SBD/KIM Senyum Tempel)


