Sleman Targetkan Juara Umum Porda XIII DIY Kulonprogo

IMG_2807Sleman – Bupati Sleman, Gatot Saptadi remi mengukuhkan dan melepas 678 atlet Porda XIII DIY kontingen Kabupaten Sleman di Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (19/10). Porda XIII DIY digelar di Kulonprogo. Kabupaten Sleman akan mengikuti 402 nomor dari total 409 nomor cabang olahraga. 

Porda XIII DIY resmi dimulai pada senin 19 Oktober 2015 sore. Tetapi sekitar 15 cabang olahraga telah bertanding terlebih dahulu, karena beberapa cabang waktunya bersamaan dengan pelaksanaan pra kualifikasi PON. Dan, untuk sementara Kabupaten Sleman telah berhasil mengamankan 39 medali emas di Porda XIII DIY Kulonprogo.

Dikatakan oleh Ketua Umum KONI Sleman Pramono bahwa Porda Sleman menargetkan 35% atau 142-145 medali emas dari 402 yang terdiri dari 35 cabanga olahraga. Untuk itu Pemkab Sleman, Dikpora Sleman, dan Koni Sleman merencanakan kepada atlet yang memperoleh medali emas akan diberikan  bonus sebesar Rp. 8.000.000,- per orang tambahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Gatot Saptadi menyampaikan Porda XIII DIY di Kulonprogo merupakan sarana membina dan mencari bibit atlet potensial dan memberikan atlet kesempatan mengembangkan kemampuannya. Bupati Sleman, Gatot Saptadi juga berharap kotingen Porda XIII DIY Kabupaten Sleman mampu membawa pulang predikat juara umum di Porda XIII DIY Kulonprogo setelah absen 2 tahun.

Selain itu, Bupati Sleman Gatot Saptadi menyampaikan bahwa olahraga perlu ditingkatkan kualitasnya karena merupakan sarana pembinaan karakter bangsa yang tidak terbatas dari segi fisik saja tapi juga sisi mental. Olahraga dapat menghasilkan seseorang menjadi insan yang kreatif, berbudaya, berprestasi, dan menghargai cipta, karsa serta rasa. Olahraga juga mempunyai aspek pembangunan nama bangsa yaitu tinggi rendahnya kualitas olahraga akan menjadi cermin martabat bangsa ditengah – tengah pergaulan dunia.

Terkait adanya pembelian atlet di daerah dengan tujuan menjadi juara umum, Gatot mengharapkan selman tidak melakukannya. Prestasi Atlet harus berasal dari atlet lokal binaan Sleman sendiri. Atlet diharapkan bertandig dengan sungguh – sungguh agar mampu meraih prestasi terbaik. Namun, tekad meraih juara umum jangan dilakukan dengan mengabaikan nilai –  nilai sportifitas dan menghalalkan segala cara, karena kemenangan hanyalah bagian dari proses pembangunan karakter atlet, pungkasnya.***

image_pdfimage_print
Bagikan: