Siswa SLB Tunas Kasih Donoharjo Borong Gelar Juara Nasional Young Coder World Cup 2025

Sleman — SLB Tunas Kasih ABCD Donoharjo menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Young Coder World Cup (YCWC) 2025 cabang Para Intermediate. Dua siswa berhasil meraih podium, yakni Juara 1 Angger Gagat Raino dan Juara 2 Tsani Prasetyo Abimanyu, keduanya dari SLB ABCD Balong. Sementara Juara 3 diraih peserta dari Jakarta. Prestasi ini diraih pada kompetisi nasional yang digelar pada Minggu (14/12/2025) di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta Selatan.

Arif Mugi Setiawan, Guru sekaligus pendamping siswa, menjelaskan bahwa YCWC 2025 diselenggarakan oleh Timedoor Academy dalam rangkaian National Exhibition dengan lebih dari delapan cabang lomba.

“Khusus cabang Para Intermediate, lomba diikuti oleh 12 peserta dari empat daerah, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Jakarta. Kompetisi dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi presentasi proyek menggunakan Project Based Display (PBD), demonstrasi game yang dibuat dengan Pictoblox.ai, serta sesi tanya jawab dengan dewan juri,” terangnya.

Ia menambahkan, meskipun peserta lain dari SLB Tunas Kasih ABCD Donoharjo, Haura Asysyifaa Dhoriifah, belum berhasil meraih podium, Haura tetap menunjukkan sikap positif dan semangat tinggi untuk terus belajar.

Arif menjelaskan bahwa tantangan utama adalah faktor pengalaman, mengingat ini adalah pengalaman pertama anak-anak mengikuti lomba coding tingkat nasional. Beberapa peserta sempat merasa grogi, khususnya saat sesi penjurian.

“Meskipun presentasi dan demonstrasi game dapat dilakukan dengan maksimal, pada sesi tanya jawab terdapat momen ketika anak-anak lupa materi. Kondisi tersebut dinilai wajar mengingat mereka masih berada pada tahap awal pengalaman kompetisi nasional,” jelasnya.

Pendampingan pembuatan game dilakukan sekitar satu minggu. Sementara itu, persiapan presentasi mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah SLB Tunas Kasih ABCD Donoharjo, Muh Usup, khususnya dalam membimbing penggunaan bahasa isyarat yang baik, jelas, dan komunikatif. Pendampingan lanjutan juga dilakukan oleh guru kelas Anisa Nurul Kharimah, didukung Tri Oentari di bidang kesiswaan, Raehana Rahmawati selaku Bendahara Sekolah, serta seluruh elemen sekolah.

Kepala Sekolah SLB ABCD, Muh Usup, menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara anak, guru, orang tua, dan juga Yayasan Kesejahteraan Bina Remaja. Ia berpesan kepada para pemenang, untuk tidak sombong dan terus berkarya.

“Untuk juara 1 persiapkan untuk ajang tingkat internasional. Untuk anak-anak yang lain semoga keberhasilan mas Angger dan mas Abi menjadi pemicu teman-teman untuk menjadi ahli-ahli coding,” ujar Muh Usup.

Ia juga berharap semua pihak ke depan lebih membuka peluang untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) agar lebih berperan dalam berbagai aspek. “Karena diperlukan banyak pihak untuk lebih memanusiakan anak-anak yang istimewa ini,” pungkasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: