Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi menegaskan dirinya sebagai pejabat publik tidak akan turut campur dalam urusan politik praktis. Demikian pula para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemkab Sleman diminta tetap netral dan independen.
Namun demikian Gatot berharap pelaksanaan Pilkada Sleman yang rencanakan serentak dilaksanakan tanggal 9 Desember 2015 bisa berjalan lancar, aman dan tenteram, serta tanpa polemik yang berujung keresahan masyarakat.
“Saya berharap para pihak  yang terlibat dalam Pilkada Sleman untuk saling menahan diri. Masyarakat awam pun diminta mawas diri agar tak mudah terpancing provokasi pihak tertentu. Soal politik sudah jadi ranah KPU. Apapun metode pelaksanaan Pilkada, semoga lancar dan tertib,” kata Gatot menanggapi kisruh Pilkada Sleman, Selasa (20/10),
Dikatakan Gatot, jika Pilkada berjalan lancar maka Sleman segera memiliki Bupati definitif. Dengan begitu, pembangunan Sleman segera bisa berjalan optimal. Status Gatot sebagai Penjabat Bupati memang tak menghambatnya untuk menata roda pemerintahan. Bahkan mengatur anggaran untuk pembangunan. Namun, Penjabat Bupati memiliki kewenangan terbatas. Diantaranya, tak bisa melakukan mutasi pegawai dan dilarang menganulir pengajuan izin masyarakat.
“Prinsip, kewenangan penjabat memang tidak beda dengan definitif asal ada izin dari Gubernur. Tapi, Bupati definitif tentu lebih fleksibel,” tutur Gatot.
Gatot menegaskan, situasi politik yang terjadi saat ini tidak berpengaruh pada sistem pemerintahan.  Terkait keamanan, Gatot menjamin situasi politik masih relatif normal. Setiap gerakan arus bawah terpantau oleh desk pemantau Pilkada. Forum komunikasi pemimpin daerah juga selalu merapatkan barisan demi menjaga situasi kondusif dan mencegah gesekan horisontal.
Gatot mengingatkan masyarakat bahwa sukses Pilkada bukan bergantung pada siapa pemenangnya. Tapi, proses demokrasi yang berjalan dengan baik. Dan tanpa campur tangan unsur birokrat.


