SD Negeri Sompokan Margomulyo Maju Jadi Sekolah Budaya dan SPAB 2026

Sleman – Sekolah Dasar Negeri Sompokan, Margomulyo, Seyegan semakin memantapkan langkahnya menuju Sekolah Budaya unggulan sekaligus Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tahun 2026. Berbekal kekuatan budaya lokal, sarana prasarana yang mendukung, serta komitmen seluruh warga sekolah, SD Negeri Sompokan bertekad menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai kearifan lokal.

Ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/12/2025), Kepala SD Negeri Sompokan, Winar Haryanti menegaskan bahwa pengembangan sekolah budaya bukan sekadar program, melainkan kebutuhan pendidikan karakter.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan identitas budaya yang kuat. Artinya gamelan, wayang, batik, hingga unggah-ungguh bukan hanya dikenalkan, tetapi dipraktikkan dalam keseharian sekolah,” tegasnya.

Sebagai bentuk kesiapan, sekolah telah memiliki sarana pendukung budaya berupa perangkat gamelan, wayang, serta mini hall yang dimanfaatkan untuk pembelajaran dan pertunjukan seni. Kegiatan gelar budaya rutin dilaksanakan sebagai ruang apresiasi siswa sekaligus sarana pelestarian budaya Jawa di lingkungan sekolah.

Nilai budaya juga ditanamkan melalui permainan tradisional seperti gobag sodor, egrang, dan bakiak, dalam waktu dekat akan segera diwujudkan. Permainan ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menumbuhkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta kerja sama antarsiswa sejak usia dini. Sebagai langkah persiapannya, SD Negeri Sompokan mengikutsertakan dua orang guru olahraga dalam pelatihan wasit permainan tradisional beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, dalam rangka penguatan program ke depan, SD Negeri Sompokan tengah menyusun rencana program dan sosialisasi tahun 2026 menuju SPAB dan Sekolah Budaya. Sekolah juga merencanakan pengajuan proposal ke Dinas Kabudayan Kabupaten Sleman untuk pelatihan dalang cilik serta pengembangan wayang berbasis video, sebagai upaya mengawinkan budaya tradisional dengan pendekatan digital yang dekat dengan generasi saat ini.

Salah satu guru olahraga SD Negeri Sompokan, Agung Prabowo menyampaikan bahwa pendidikan karakter juga diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler.

“Ekstrakurikuler wajib seperti pramuka, batik, dan tilawah menjadi fondasi pembentukan disiplin dan karakter. Sementara olahraga dan seni menjadi pilihan untuk mengembangkan bakat siswa,” ujarnya.

Selain itu, sekolah menilai perlu adanya pengembangan pelatihan caraka dan unggah-ungguh, sebagai penguatan etika komunikasi dan tata krama siswa dalam kehidupan sehari-hari.

 “Kami ingin siswa tidak hanya cerdas, tetapi juga santun dan berkarakter,” tambah Winar Haryanti.

Saat ini, SD Negeri Sompokan memiliki dua rombongan belajar dengan jumlah 326 siswa. Sekolah ini pun berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi. Dengan potensi tersebut, SD Negeri Sompokan optimistis mampu menjadi role model Sekolah Budaya dan SPAB di wilayah Seyegan dan Kabupaten Sleman. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: