Sleman – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan sosial bagi masyarakat luas. Momentum Milad ke-113 Muhammadiyah ditandai dengan peluncuran Ambulans Muhammadiyah Unit #2, penyelenggaraan pasar murah, serta penyediaan layanan kesehatan gratis. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Cemoro, Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Sleman pada Minggu, 21 Desember 2025 tersebut dihadiri oleh sedikitnya 1.500 warga persyarikatan dan masyarakat umum.
Rangkaian agenda milad yang dimulai sejak pagi hari ini merupakan hasil kolaborasi PCM Tempel bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah dan organisasi otonom lainnya. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung, terutama dalam hal kegawatdaruratan medis dan pemenuhan kebutuhan pokok. Peluncuran armada ambulans kedua ini menjadi bukti konkret penguatan infrastruktur sosial Muhammadiyah di wilayah Sleman Utara yang siap melayani seluruh warga tanpa memandang latar belakang organisasi maupun strata sosial.
Ketua PCM Tempel, Samsul Alam, mengungkapkan bahwa kehadiran armada ambulans baru ini merupakan buah dari semangat gotong royong dan kedermawanan para anggota persyarikatan. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan adalah pilar yang tidak terpisahkan dari napas gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri. Melalui penambahan unit ini, diharapkan respons terhadap rujukan medis dan kebutuhan darurat masyarakat di wilayah Tempel dan sekitarnya dapat dilakukan secara lebih cepat dan optimal.
“Ambulans ini adalah amanah bersama yang harus dijaga kebermanfaatannya. Kami ingin Muhammadiyah benar-benar hadir saat masyarakat membutuhkan, terutama dalam kondisi darurat dan pelayanan kemanusiaan yang mendesak. Kehadiran armada kedua ini akan memperluas daya jangkau layanan kami agar tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan transportasi medis yang layak,” ujar Samsul Alam saat meresmikan armada tersebut.
Puncak peringatan milad juga diisi dengan pengajian yang menghadirkan Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PP Muhammadiyah, Khoirudin Basori. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan para jemaah bahwa esensi dakwah Muhammadiyah adalah amal usaha yang solutif. Dakwah kontemporer menurutnya harus mampu menyentuh persoalan ekonomi dan kesehatan umat secara langsung, sehingga keberadaan organisasi benar-benar menjadi rahmat bagi lingkungan sekitarnya.
“Dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui lisan di atas mimbar, tetapi harus hadir dalam bentuk pelayanan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh umat. Peluncuran ambulans dan pasar murah hari ini adalah bentuk nyata dari dakwah bil hal atau dakwah melalui perbuatan. Inilah semangat Al-Maun yang harus terus kita rawat agar Muhammadiyah tetap relevan bagi masyarakat,” tutur Khoirudin Basori di hadapan ribuan jamaah yang memadati lapangan.
Selain aspek kesehatan dan spiritual, kepedulian ekonomi juga ditunjukkan melalui Pasar Murah yang diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Tempel. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasar untuk membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga warga. Di sudut lain lapangan, Pelayanan Kesehatan Remaja Nasyiatul Aisyiyah atau Pashmina juga aktif memberikan pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi gaya hidup sehat bagi generasi muda sebagai upaya preventif menjaga kebugaran masyarakat.
Acara yang turut dihadiri oleh Panewu Tempel Dakiri beserta jajaran Muspika ini ditutup dengan Pawai Akbar yang melibatkan 27 Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kecamatan Tempel. Pawai tersebut menampilkan berbagai potensi pendidikan, kesehatan, dan seni budaya yang menjadi representasi kontribusi Muhammadiyah dalam membangun wilayah. Melalui seluruh rangkaian Milad ke-113 ini, Muhammadiyah Tempel kembali membuktikan diri sebagai gerakan Islam yang konsisten bergerak di jalur kemanusiaan dan pemberdayaan sosial. (SBD/KIM Senyum Tempel)


