Warga Tempel Sleman Kembangkan Budidaya Lele Tanpa Bau

Sleman – Seorang peternak lele di Dusun Domban, Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Sleman, berhasil mengembangkan sistem budidaya lele dengan air bersih dan minim bau. Menariknya, usaha ternak lele ini dilakukan tepat di depan teras rumah tanpa mengganggu lingkungan sekitar.

Peternak tersebut adalah Tri Supatno, yang memanfaatkan enam drum plastik sebagai media budidaya. Drum-drum tersebut berjajar rapi, masing-masing diisi sekitar 100 ekor lele. Sistem yang digunakan terbilang sederhana namun efektif, yakni dengan mengalirkan air bersih secara terus-menerus menggunakan pompa air akuarium berkapasitas kecil.

“Saya menggunakan pompa air akuarium berkapasitas kecil, hanya untuk mengalirkan air bersih dari atas ke dalam drum,” jelas Tri Supatno saat ditemui, Selasa (13/1/2026).

Air bersih dialirkan melalui pipa paralon yang diberi lubang-lubang kecil sehingga mengucur merata ke dalam drum. Sementara itu, air kotor dan sisa limbah yang mengendap di bagian bawah drum dialirkan keluar. Menurut Tri, sistem aliran air ini mampu menjaga kejernihan air dan menghilangkan bau tidak sedap yang biasanya muncul pada budidaya lele.

“Air diambil dari sumur, sedangkan limbahnya saya manfaatkan untuk menyiram kebun,” ujarnya sambil menunjukkan lele-lele yang tampak sehat dan lincah di dalam drum.

Bibit lele yang ditebar berukuran sekitar 4–6 sentimeter. Saat panen, lele dibersihkan secara mandiri dan dikemas dalam ukuran setengah kilogram per paket. Kemasan ini dinilai praktis dan diminati pedagang.

“Paket setengah kilo ini disukai pedagang. Ada yang dijual kembali, ada juga yang langsung digoreng oleh warung pecel lele kaki lima,” jelasnya.

Dalam pelatihan budidaya, Tri Supatno menargetkan nilai Food Conversion Ratio (FCR) sebesar 0,8. Artinya, setiap satu kilogram pertambahan bobot lele idealnya hanya membutuhkan 0,8 kilogram pakan.

“Kalau FCR satu pun, saya masih untung karena saya menjual sendiri hasil panennya. Selisih harga pakan dan harga jual lele masih menguntungkan,” katanya.

Selain memberikan nilai ekonomi, beternak lele juga menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi Tri Supatno. “Bonusnya, selain jadi hiburan saat memberi pakan, kalau butuh lauk tinggal nyiduk,” ujarnya sambil tersenyum.

(Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)

image_pdfimage_print
Bagikan: