Sleman – Lingkungan bebas sampah adalah impian banyak orang. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan polisi udara, air, dan tanah, serta berdampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan.
Sebagai langkah prefentif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, masyarakat Pucanganom, Sumberagung, Moyudan, berinisiatif membentuk kelompok pengelola sampah. Langkah tersebut mendapat respon yang baik, dari masyarakat dan Dukuh Pucanganom, Muhammad Syaifudin.
Maka pada tanggal 5 November 2018 ditetapkanlah Bank Sampah Bestari sebagai pengelola sampah, dengan Winarni sebagai ketuanya. Sejak terbentuknya Bank Sampah (BS), masyarakat setempat mulai aktif mengelola sampah dengan efektif dan ramah lingkungan melalui metode BESTARI (Bank Edukasi Sampah Terpadu Aktif Ramah lIngkungan).
Salah satu pengurus BS Bestari, Farmawati Ningsih mengungkapkan bahwa selain mengumpulkan Sampah, kelompok ini juga memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan.
“Kami berikan edukasi pemilihan sampah dari rumah tangga, sampah anorganik bisa dikumpulkan di BS. Sedangkan sampah organik dikelola sendiri dengan cara yang baik dan benar,” tutur Farmawati saat ditemui di rumahnya, Selasa (13/1/2026).
Farmawati mengungkapkan bahwa BS Bestari baru bisa menerima sampah anorganik seperti botol, kertas, plastik, dan sebagainya. Pengumpulan dari 30 nasabah yang ada di padukuhannya dilaksanakan pada hari Minggu setiap bulannya.
“Karena keterbatasan tenaga, dan waktu maka kami baru bisa mengumpulkan sampah satu bulan sekali,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua BS Bestari, Winarni mengungkapkan manfaat yang diperoleh atas dibentuknya BS Bestari. Adapun manfaatnya yaitu membantu terciptanya terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat dengan mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Kedua, BS Bestari juga bermanfaat untuk menungkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dampah yang baik.
“Manfaat lainnya masyakat mendapat nilai ekonomi dari penjualan sampah anorganik tersebut,” kata Winarni.
Ia pun menambahkan bahwa visi BS Bestari ialah mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan.
“Sedangkan misi kami yaitu memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” tandasnya.
(Giek / KIM Moyudan)


