Pemeriksaan Awal Kunci Keberhasilan Terapi, KDK Donoharjo Hadirkan Layanan Kinesioterapi YAKKUM

Sleman — Pemeriksaan awal terhadap kondisi kesehatan dan fungsi gerak dinilai menjadi faktor krusial sebelum dilakukannya tindakan atau terapi lanjutan bagi penyandang disabilitas. Hal ini menjadi fokus utama dalam pertemuan rutin Kelompok Difabel Kalurahan (KDK) Donoharjo yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) bersama Puskesmas Ngaglik dua serta layanan kinesioterapi dari YAKKUM di Aula Kalurahan Donoharjo, Sleman, pada Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para penyandang disabilitas beserta keluarga, Tenaga Pendamping Sosial Desa (TPSD), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta tim medis dari Puskesmas Ngaglik dua. Hadir pula Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Ngaglik untuk mendampingi proses pemeriksaan. Sinergi lintas lembaga ini bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkualitas bagi warga berkebutuhan khusus di wilayah Donoharjo.

Petugas kinesioterapi dari YAKKUM, Suryati, menekankan bahwa setiap tindakan fisik harus didahului dengan penilaian medis yang mendalam. Pemeriksaan awal ini berfungsi untuk memetakan kondisi otot, sendi, dan jangkauan gerak tubuh pasien secara akurat. Langkah tersebut sangat penting guna menghindari kesalahan prosedur penanganan yang justru berisiko menimbulkan cedera baru atau memperparah keterbatasan gerak yang sudah ada.

“Kinesioterapi selalu kami awali dengan pemeriksaan mendetail pada pergerakan sendi dan otot untuk melihat sejauh mana keterbatasan gerak yang dialami pasien. Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, tim medis baru dapat menentukan apakah diperlukan terapi lanjutan dan jenis terapi apa yang paling sesuai dengan kebutuhan pasien. Kami tidak ingin memberikan tindakan tanpa dasar data medis yang kuat,” ujar Suryati di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Suryati juga menginformasikan bahwa Pusat Rehabilitasi YAKKUM memberikan subsidi khusus dengan sistem pembayaran sukarela bagi penyandang disabilitas yang mengikuti program ini. Layanan yang disediakan mencakup penanganan gangguan tulang belakang, postur tubuh tidak simetris, hingga manajemen nyeri kronis. Selain kinesioterapi, tersedia pula layanan rehabilitasi pasca stroke, fisioterapi, hidroterapi, hingga konseling medis yang semuanya wajib melalui tahapan asesmen awal.

Salah satu layanan unggulan yang diperkenalkan adalah Panti Sehat Kinesio yang menawarkan metode Rain Drop Therapy. Metode ini menggunakan tetesan minyak khusus untuk membantu relaksasi, mengurangi tingkat stres, serta meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Suryati menegaskan bahwa meskipun sifatnya relaksasi, metode ini tetap didahului dengan pemeriksaan kondisi fisik agar memberikan hasil yang optimal bagi kebugaran penyandang disabilitas.

“Seluruh layanan yang kami berikan, termasuk terapi relaksasi, wajib diawali dengan asesmen atau pemeriksaan medis yang ketat. Hal ini adalah standar prosedur kami untuk memastikan setiap tindakan yang diberikan benar-benar aman dan sesuai dengan kondisi fisik pasien saat itu. Dengan pemeriksaan yang benar, proses pemulihan atau peningkatan fungsi gerak akan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” pungkas Suryati. (Endarwati/KIM Donoharjo)

image_pdfimage_print
Bagikan: