Teater Singa Jazirah, Potret Kecil Negeri yang Riuh

Sleman – Merayakan 40 tahun Program Studi S1 Teater ISl Yogyakarta, Teater KQ menyelenggarakan pementasan teater berjudul Singa Jazirah karya Sutradara Purwanto atau lebih dikenal dengan nama Lephen Purwaraharja yang juga merupakan anggota PASBUJA Kawi Merapi.Pementasan berlangsung di Gelanggang Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (21/1/2026).

Lephen Purwaraharja yang merupakan pengajar, periset dan pengabdi di Prodi S1 Teater Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, menyampaikan bahwa pementasan tidak hanya mengangkat cerita. Tetapi juga berfungsi sebagai liturgi sosial, sebuah ritual kolektif dan berfungsi sebagai ruang sakral untuk merenungkan serta memperbaiki hubungan antara manusia dengan alam dan hal yang transendental.

Teater profetik adalah sebuah praktek seni yang membawa misi kenabian. Dengan melakukan transformasi sosial berdasarkan nilai-nilai ketuhanan yang diresmikan melalui tiga pilar yaitu humanisasi, literasi dan transendensi.

“Pesan dan kerja bermedia teater harus dilandasi oleh niat ibadah amar makruf nahi mungkar, serta ideologi profetik,” katanya.

Modal sebagai sarana dakwah berupa finansial, fasilitas, jaringan yang diperlukan untuk menciptakan ruang dan alat bagi pesan profetik untuk disampaikan kepada khalayak. Teater diniatkan untuk ibadah serta menularkan nilai-nilai transendental yang dibungkus idiom dan semiotik serta tanda tanda teater.

Panggung sebagai lantai suci atau altar peribadatan yang dapat menjadi ruang ekologis spritual guna menyucikan hal hal profan.

“Setiap elemen pementasan (cerita. gerak dan simbol) dapat diniatkan sebagai bentuk penghambaan dan upaya mendekatkan diri pada Tuhan,” ujar Lephen.

Ketidakadilan sosial yang bertentangan dengan kehendak Ilahi atau eksploitasi alah adalah bentuk pengkhianatan terhadap tanggung jawab manusia sebagai khalifah.

“Misi transendensi teater profetik secara aktif menularkan nilai transendental dengan mengikat isu isu yang mengingatkan penonton pada hakikat spiritual mereka,” pungkas Lephen.

Menurut Afandi salah satu penonton pertunjukan teater Singa Jazirah yang merupakan pemerhati desa wisata Kembang Arum, Kapanewon Turi, Sleman, seusai pertunjukan menyampaikan bahwa pertunjukan teater tersebut adalah penampilan kreatifitas anak muda yang tidak terbatas tanpa belenggu apapun. Hal itu menunjukkan sebuah proses pengabdian anak muda kepada negara.

“Sebuah upaya anak muda sedang berproses, belajar di tempat tak terbatas, ilmu tak terbatas, semangat tak terbatas,” ucap Afandi.

Dari pertunjukan yang berdurasi sekitar satu jam menampilkan kritik kepada tatanan sosial masyarakat yang besar, yang terjadi di suatu pemerintahan.

 “Pesan yang dapat diambil dari pertunjukan Singa Jazirah adalah dalam suatu pemerintah pastilah terjadi penyimpangan-penyimpangan maka dibutuhkan seorang pemimpin yang yang tegas dan konsekuen,” ujarnya. (Kusnadi KIM Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: