Sleman – Implementasi program ketahanan pangan nasional mulai membuahkan hasil nyata di tingkat akar rumput. Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Makmur, Padukuhan Bulusan, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, resmi melaksanakan panen telur perdana pada Rabu (21/1/2026).
Panen telur tersebut berasal dari program bantuan ayam petelur Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sebanyak 600 ekor ayam petelur bantuan pemerintah pusat telah dipelihara oleh KWT Lestari Makmur selama kurang lebih tiga bulan dan kini memasuki fase awal produksi.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketersediaan pangan berbasis desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok tani.
Dukuh Bulusan, Didik Kristadi menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya. Menurutnya, program ini memberikan manfaat langsung bagi ketahanan pangan keluarga serta membuka peluang tambahan pendapatan bagi anggota kelompok.
“Alhamdulillah, bantuan ayam petelur ini sangat membantu warga. Selain mencukupi kebutuhan protein keluarga, hasilnya juga bisa menjadi sumber penghasilan baru,” ungkap Didik.
Ia menjelaskan, selama masa pemeliharaan sekitar 26 minggu, KWT Lestari Makmur melakukan pendampingan intensif, mulai dari pengaturan pakan, perawatan kandang, hingga pengawasan kesehatan ternak. Hasil panen awal menunjukkan kualitas telur yang layak konsumsi dan siap dipasarkan.
Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho turut mengapresiasi kinerja kelompok wanita tani yang dinilai berhasil mengelola bantuan secara optimal. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang harus dirasakan hingga lapisan masyarakat terbawah.
“Program ketahanan pangan ini sangat penting bagi masyarakat desa. Kami bersyukur Sardonoharjo dipercaya menjadi bagian dari program strategis nasional ini. Harapannya, bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujar Harjuno.
Ia menambahkan, keberhasilan panen perdana ini diharapkan mampu mendorong pengembangan usaha peternakan rakyat secara berkelanjutan dan memperkuat ekonomi keluarga di pedesaan.
Program bantuan ayam petelur tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketersediaan pangan berbasis komunitas. Program ini juga merupakan usulan dari Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Happy Brilliant Srikandy dan DPR RI Daerah Pemilihan DIY, Siti Hediati Hariyadi, atau yang dikenal dengan nama Titiek Soeharto.
Ke depan, produksi telur KWT Lestari Makmur tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal anggota. Tetapi akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar sebagai produk unggulan ketahanan pangan desa. (ESK – KIM DSN)


