Pasar Bela Negara Sleman Jadi Panggung UMKM dan Peran Pemuda

Sleman — Pasar Bela Negara Sleman kembali hadir menyapa masyarakat. Memasuki edisi ke-21, kegiatan ini digelar pada Jumat (23/1/2026), berlokasi di sisi utara Lapangan Pemda Sleman. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara penguatan ekonomi kerakyatan dan penanaman nilai-nilai kebangsaan.

Pasar Bela Negara diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Carya Budhi Chantya sebagai lembaga pendamping usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beragam produk UMKM ditampilkan, mulai dari makanan tradisional, jajanan khas daerah, hingga produk kreatif lokal.

Tidak hanya menjadi wadah transaksi ekonomi, Pasar Bela Negara juga diisi dengan kegiatan edukatif berupa talk show wawasan kebangsaan. Pada edisi kali ini, hadir sebagai narasumber Ketua Karang Taruna Kabupaten Sleman, Destiawan Dwi Nugroho atau yang akrab disapa Iwan. Talk show dipandu oleh host Booby Tinampi dan berlangsung hangat serta interaktif, membahas peran strategis Karang Taruna dalam penguatan ekonomi kawasan.

Dalam pemaparannya, Iwan menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Pasar Bela Negara. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat pemuda dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis komunitas.

“Kami dari pemuda merasa bangga dengan adanya penyelenggaraan Pasar Bela Negara. Kami siap membantu, baik dalam pelaksanaan kegiatan outbound, penyebaran informasi Pasar Bela Negara, serta akan kami koordinasikan dengan Karang Taruna tingkat kalurahan se-Kabupaten Sleman yang memiliki Usaha Ekonomi Produktif (UEP) agar dapat ikut berpartisipasi dan tampil di Pasar Bela Negara,” ujarnya.

Suasana Pasar Bela Negara pagi itu semakin semarak dengan kehadiran adik-adik dari TPA-KB Putera Sembada Sleman bersama para guru pendamping. Mereka mengikuti kegiatan outbound bertema cinta tanah air sebagai bagian dari penanaman nilai bela negara sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, Pasar Bela Negara diharapkan tidak hanya memperkuat perputaran ekonomi lokal. Tetapi juga menjadi sarana edukasi kebangsaan lintas generasi, mulai dari anak-anak hingga masyarakat umum, demi mewujudkan Sleman yang berdaya, berkarakter, dan berjiwa nasionalis. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)

image_pdfimage_print
Bagikan: