Sleman – Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, secara resmi melaksanakan Launching Program Penanggulangan Kemiskinan yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025, pada Jumat (30/1/2026), di Aula Kalurahan Sardonoharjo.
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah kalurahan dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi produktif. Sebanyak 29 keluarga miskin produktif ditetapkan sebagai penerima manfaat program bantuan usaha, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Program sekaligus Kamituwa Sardonoharjo, Bayu Kristiyanto, menyampaikan bahwa program penanggulangan kemiskinan ini dirancang tidak sekadar sebagai bantuan jangka pendek, melainkan sebagai stimulus ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bantuan yang diberikan difokuskan pada penguatan usaha produktif agar penerima manfaat mampu meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan,” jelasnya.
Bayu menambahkan, seluruh tahapan pelaksanaan program, mulai dari pendataan, verifikasi calon penerima, hingga penyaluran bantuan, telah dilakukan secara transparan, partisipatif, dan akuntabel dengan melibatkan perangkat kalurahan serta unsur masyarakat.
Ia berharap program ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Sementara itu, Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa Dana Desa harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat, khususnya dalam upaya pengurangan angka kemiskinan.
“Program penanggulangan kemiskinan ini merupakan wujud kehadiran negara di tingkat kalurahan. Harapannya, bantuan yang diberikan tidak hanya habis digunakan, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang menopang kehidupan keluarga,” ujarnya.
Harjuno juga berpesan kepada para penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab, disertai kerja keras, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
“Kami berharap penerima bantuan dapat naik kelas, dari penerima manfaat menjadi pelaku usaha yang mandiri, bahkan ke depan mampu membuka lapangan kerja bagi warga lainnya,” tandasnya.
Launching program penanggulangan kemiskinan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah kalurahan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kalurahan Sardonoharjo yang mandiri, sejahtera, dan berkeadilan sosial.
Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap penerima manfaat agar program berjalan optimal dan memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (ESK – KIM DSN)


