Sleman — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Pada Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, UMY menerjunkan lebih dari 1.500 mahasiswa ke berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan masa pelaksanaan selama satu bulan penuh.
Salah satu lokasi pelaksanaan KKN tersebut berada di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan penerjunan mahasiswa KKN UMY di wilayah ini dilaksanakan pada Selasa (3/2/2026).
Dalam acara penerjunan tersebut, Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kapanewon Turi, Agus Nugroho Setiawan, mewakili Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, secara resmi menyerahkan 120 mahasiswa kepada Pemerintah Kalurahan Wonokerto.
Sebanyak 120 mahasiswa tersebut terbagi dalam 12 kelompok dan akan menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat dengan pendampingan enam dosen pembimbing lapangan. Program KKN ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa.
Dalam sambutannya, Agus Nugroho Setiawan menegaskan bahwa KKN memiliki dua dimensi utama, yakni sebagai proses pembelajaran akademik dan implementasi kerja nyata di tengah masyarakat.
“KKN menuntut mahasiswa mampu memotret kondisi sosial masyarakat, menganalisis berbagai permasalahan, serta mengidentifikasi potensi wilayah sebagai dasar penyusunan program kerja,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa program KKN harus benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar program titipan dari kampus. Mahasiswa juga diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk kerja nyata yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Keberhasilan KKN dapat dilihat dari sejauh mana program yang dijalankan mampu meningkatkan kemandirian dan keberdayaan masyarakat. Karena itu, mahasiswa perlu bekerja secara kolaboratif dengan warga dan pemangku kepentingan di Kalurahan Wonokerto,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Wonokerto, Riyanto Sulistyo B, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMY. Ia berharap program yang dilaksanakan dapat berjalan efektif tanpa membebani masyarakat maupun mahasiswa.
“Mahasiswa diharapkan aktif berinteraksi, menjaga adab dan etika, serta menghormati kearifan lokal masyarakat Wonokerto. Kami berharap kegiatan KKN ini memberi manfaat besar bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lurah Wonokerto juga mengingatkan bahwa sebagian pelaksanaan KKN bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu, mahasiswa diminta untuk menghargai perbedaan praktik ibadah di masyarakat serta mampu menyesuaikan diri demi menjaga keharmonisan selama kegiatan berlangsung.
Pada kesempatan yang sama, Agus Nugroho Setiawan juga berpesan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater serta menjunjung tinggi nilai-nilai Muhammadiyah. Mahasiswa diharapkan turut memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah, mengikuti kajian keagamaan, serta berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dengan penerjunan mahasiswa KKN ini, diharapkan terjalin sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan di Kalurahan Wonokerto. Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen UMY dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)


