Sleman — Pemerintah Kapanewon Moyudan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DIY melakukan gerak cepat dalam menangani gangguan fasilitas umum di sepanjang ruas Jalan Klangon–Tempel pada Senin (9/2/2026). Aksi tanggap darurat ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai sejumlah titik lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam serta adanya tiang listrik dengan arus bocor yang membahayakan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menyukseskan program prioritas daerah “Sleman Dalane Alus, Sleman Padang”.
Gangguan pada fasilitas penerangan tersebut awalnya dilaporkan oleh warga kepada lurah setempat, yang kemudian diteruskan kepada Panewu Moyudan. Mengingat ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, pihak Kapanewon segera berkoordinasi dengan Dishub DIY guna memastikan penanganan tidak berlarut-larut. Jalur Klangon–Tempel merupakan urat nadi transportasi yang sangat vital, sehingga kondisi jalan yang gelap dan instalasi listrik yang bermasalah berpotensi tinggi memicu kecelakaan lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menyatakan bahwa prioritas utama tim teknis di lapangan adalah faktor keselamatan publik. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh tiang PJU di koridor tersebut. Selain menangani masalah teknis, pihak dinas juga tengah mengupayakan pembaharuan unit lampu agar pencahayaan di jalur tersebut kembali optimal sesuai standar keselamatan jalan raya.
“Kami mengutamakan pengamanan instalasi listrik yang bocor agar tidak membahayakan warga yang melintas. Sementara untuk lampu penerangan yang mati, saat ini dalam proses pengadaan dan akan segera kami pasang kembali. Keamanan pengguna jalan adalah prioritas yang tidak bisa ditunda,” ujar Chrestina Erni Widyastuti saat dikonfirmasi mengenai progres penanganan di lapangan.
Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, yang memantau langsung proses perbaikan menegaskan bahwa respons cepat lintas instansi merupakan kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, koordinasi yang solid antara pemerintah level kapanewon dan provinsi sangat diperlukan untuk memotong birokrasi yang panjang, terutama jika menyangkut kepentingan umum yang bersifat mendesak. Ia berharap perbaikan ini segera tuntas agar mobilitas warga di malam hari tidak lagi terganggu.
“Koordinasi dengan provinsi kami lakukan segera agar penanganan tidak berlarut. Kita ingin memastikan bahwa setiap sudut jalan di Moyudan tidak hanya mulus secara fisik, tetapi juga terang benderang agar warga merasa aman saat beraktivitas malam hari. Kami sangat mengapresiasi warga yang sudah proaktif melaporkan kondisi ini, karena tanpa peran masyarakat, pengawasan di lapangan tentu tidak akan maksimal,” kata Agung Dwi Maryoto di lokasi perbaikan.
Upaya perbaikan ini selaras dengan program “Sleman Dalane Alus, Sleman Padang” yang bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur demi keselamatan dan pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah Kapanewon Moyudan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah diperbaiki. Masyarakat diharapkan terus berpartisipasi menjaga aset daerah tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh pengguna jalan. (Giek/KIM Moyudan)


